Berita

Xi Jingping/BBC

Dunia

Xi Jinping: Taiwan Harus Disatukan Kembali Dengan China, Dengan Atau Tanpa Kekerasan

RABU, 02 JANUARI 2019 | 18:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden China Xi Jinping mendesak rakyat Taiwan untuk menerima kenyataan bahwa Taiwan harus dipersatukan kembali dengan China.

Dalam pidatonya yang menandai 40 tahun sejak dimulainya reformasi, Xi mengulangi seruan Beijing untuk penyatuan damai atas dasar "satu negara dua sistem".

Di bawah formula "satu negara, dua sistem" tersebut, Taiwan akan memiliki hak untuk menjalankan urusannya sendiri. Pengaturan serupa digunakan di Hong Kong.


Namun, dia juga memperingatkan bahwa China memiliki hak untuk menggunakan kekerasan.

Dalam pidatonya, Xi mengatakan kedua belah pihak adalah bagian dari keluarga China yang sama. Xi juga menekankan bahwa  kemerdekaan Taiwan adalah arus yang merugikan dari sejarah dan jalan buntu.

"(Orang Taiwan) harus memahami bahwa kemerdekaan hanya akan membawa kesulitan," kata Xi seperti dimuat "BBC, seraya menambahkan Beijing tidak akan pernah mentolerir segala bentuk kegiatan yang mempromosikan kemerdekaan Taiwan.

Sebaliknya, tambah Xi, penyatuan adalah persyaratan yang tak terhindarkan.

Dia juga menekankan bahwa hubungan dengan Taiwan adalah bagian dari politik dalam negeri China. Karena itulah, campur tangan asing tidak dapat ditoleransi.

Beijing diketahui menganggap pulau itu sebagai provinsi yang memisahkan diri dan komentar Xi ini sejalan dengan kebijakan lama China menuju penyatuan kembali.

Tetapi pada hari Rabu (2/1), Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan bahwa pulau itu tidak akan pernah menerima penyatuan kembali dengan China berdasarkan persyaratan yang ditawarkan oleh Beijing. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya