Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bangladesh Tutup Layanan Internet Di Hari Pemungutan Suara

MINGGU, 30 DESEMBER 2018 | 00:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Regulator telekomunikasi Bangladesh memerintahkan operator seluler untuk menutup layanan internet seluler berkecepatan tinggi hingga tengah malam pada hari ini (Minggu, 30/12) yang merupakan hari pemilihan nasional.

Juru bicara Komisi Pengaturan Telekomunikasi Bangladesh, Zakir Hussain Khan memastikan hal tersebut segera berlaku.

"Keputusan telah diambil untuk mencegah rumor dan propaganda seputar pemungutan suara," kata Zakir seperti dimuat Al Jazeera.


Hari ini merupakan pesta demokrasi bagi warga Bangladesh di mana mereka akan memilih anggotabparlemen. Namun, ada kekhawatiran bahwa kekerasan dan intimidasi dapat membuat banyak pemilih menjauh.

Bukan tanpa alasan, pasalnya, Perdana Menteri Sheikh Hasina yang telah menjabat selama satu dekade khawatir bahwa kekuatan partai berkuasanya akan terganggu oleh oposisi di tengah tuduhan penangkapan massal dan pemenjaraan aktivis dan kritikus, penghilangan paksa dan pembunuhan di luar proses hukum.

Demi menjaga situasi agar tetap aman, pemerintah Bangladesh mengerahkan lebih dari 600 ribu pasukan keamanan ke seluruh negeri sebelum pemilihan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya