Berita

Penjagaan di Khasmir/Al Jazeera

Dunia

Baku Tembak Di Kashmir Bagian India, Empat Pemberontak Meninggal

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 21:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sedikitnya empat orang pemberontak tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan di Kashmir yang dikelola India pada hari ini (Sabtu, 29/12).

Bentrokan itu terjadi di desa Hajin Payeen di distrik Pulwama ketika Angkatan Darat India meluncurkan pencarian pemberontak setelah menerima intelijen.

Para pemberontak kemudian menembaki personil keamanan dan memicu pertempuran senjata empat jam.


Dikabarkan Al Jazeera, ketika berita tentang pertempuran menyebar, para pemrotes lokal berkumpul di dekat lokasi tembak-menembak dan melemparkan batu ke pasukan keamanan. Hal itu dibalas dengan semburan gas air mata untuk membubarkan massa.

Kashmir yang dikelola India telah menyaksikan lonjakan kekerasan sejak pembunuhan Burhan Wani, seorang komandan pemberontak populer, pada tahun 2016 lalu.

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Kashmir Jammu dan Koalisi Masyarakat Sipil Kashmir (JKCCS) mengatakan 528 orang telah terbunuh tahun ini dalam konflik bersenjata di wilayah Himalaya yang disengketakan, termasuk di antara mereka adalah 145 warga sipil.

Juru bicara JKCCS Khurram Parvez mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun paling berdarah sejak 2009. Hal ini dituding disebabkan oleh kelemahan politik Partai Bharatiya Janata (BJP), partai penguasa utama India.

Diketahui, India dan Pakistan mengklaim wilayah Kashmir yang terbelah secara keseluruhan. Pemberontak telah melawan kontrol India sejak 1989. Sebagian besar warga Kashmir mendukung pemberontak karena wilayah itu tetap bersatu baik di bawah kekuasaan Pakistan atau sebagai negara merdeka. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya