Berita

KLM/Net

Dunia

Terbang Berdekatan, Tiga Pesawat Penumpang Hampir Tabrakan Di Udara

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 21:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tiga pesawat penumpang nyaris mengalami kecelakaan hebat di udara karena terbang dalam jarak berdekatan di langit New Delhi India pekan ini.

Badan penyelidikan kecelakaan pesawat India (ANI) menemukan bahwa ada pelanggaran dalam aturan "pemisahan" kontrol lalu lintas udara yang menyebabkan tiga pesawat itu terbang pada tingkat yang hampir sama.

Ketiga pesawat itu adalah National Airlines yang berbasis di Amerika Serikat, KLM dari Belanda, dan Eva Air dari Taiwan.


Dikabarkan Russia Today, pesawat EVA Air Amsterdam-Bangkok terbang pada ketinggian 32.000 kaki, sedangkan KLM Belanda terbang pada ketinggian 33.000 kaki dan penerbangan National Airlines dari Afghanistan ke Hong Kong terbang pada ketinggian 31.000 kaki.

Selisih jarak yang berdekatan ini, berdasarkan standar penerbangan, memicu banyak peringatan yang dihasilkan secara otomatis dari Air Traffic Control (ATC).

Pilot dari tiga pesawat sekarang akan menghadapi pertanyaan dari Biro Insiden Kecelakaan Pesawat India (AAIB) di mana mereka harus menjelaskan bagaimana potensi bencana hampir terjadi. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya