Berita

Tentara Sudan di Yaman/ Al Jazeera

Dunia

New York Times: Saudi Rekrut Anak-anak Darfur Untuk Bertarung Di Yaman

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 20:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Arab Saudi merekrut anak-anak dari wilayah Darfur yang dilanda konflik Sudan untuk bertarung di garis depan di Yaman. Begitu bunyi laporan yang dirilis New York Times (Jumat, 28/12).

Laporan itu menyebut bahwa Saudi menawarkan kepada keluarga Sudan yang putus asa uang sebanyak 10 ribu dolar AS untuk meminta anak-anak mereka untuk berperang di Yaman melawan pemberontak Houthi yang berpihak Iran.

Laporan itu mengutip pengakuan lima orang pejuang Sudan yang telah kembali dari Yaman. Sumber-sumber tersebut mengatakan kepada New York Times bahwa anak-anak membentuk 20 hingga 40 persen dari unit mereka di Yaman.


Banyak dari tentara anak-anak tersebut berusia 14 hingga 17 tahun. Mereka sering dikirim ke medan perang oleh orang tua mereka. Bahkan beberapa di antaranya sangat ingin mendapatkan uang sehingga mereka menyuap petugas unit Sudan di Yaman untuk membiarkan putra-putra mereka pergi ke medan tempur.

"Keluarga tahu bahwa satu-satunya cara hidup mereka akan berubah adalah jika putra-putra mereka bergabung dalam perang dan membawa mereka kembali uang," kata bekas pejuang Sudan di Yaman, Hager Shomo Ahmed.

Dia sendiri direkrut untuk bertarung di Yaman pada tahun 2016 ketika dia baru berusia 14 tahun.

Laporan yang sama menyebut, dalam empat tahun terakhir, setidaknya ada 14 ribu orang Sudan telah berperang di negara Teluk itu bersama dengan kelompok-kelompok bersenjata Yaman yang didukung oleh Saudi. Data iitu diperoleh dengan mengutip para pengungsi yang kembali serta para legislator Sudan.

Dikabarkan Al Jazeera, Saudi, dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, bersama dengan Uni Emirat Arab, melakukan intervensi di Yaman pada tahun 2015 untuk mendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Sudan kemudian bergabung dengan aliansi pimpinan Saudi tersebut dan mengerahkan ribuan pasukan darat ke Yaman. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya