Berita

Tabur bunga untuk korban jatuhnya Lion Air di Laut Jawa/Reuters

Dunia

Janda Co-pilot Lion Air Gugat Boeing Atas Kecelakaan Di Laut Jawa

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 16:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Keluarga co-pilot Indonesia dari penerbangan Lion Air yang jatuh pada bulan Oktober lalu, mengajukan gugatan kepada perusahaan pembuat pesawat Boeing Co karena dinilai memicu kecelakaan fatal tersebut.

Gugatan diajukan pada produsen pesawat itu di kota markas besarnya, di Pengadilan Sirkuit Wilayah Cook, Illinois, Chicago pada Jumat (28/12).

Gugatan ini diajukan atas nama janda pilot Harvino dan tiga anaknya yang semuanya berasal dari Jakarta.


Dikabarkan Reuters, gugatan yang diajukan itu menuduh bahwa Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air dan terlibat dalam kecelakaan tersebut berbahaya karena sensornya memberikan informasi yang tidak konsisten kepada pilot dan pesawat.

Selain itu, gugatan yang sama juga menuduh bahwa instruksi manual yang disediakan oleh Boeing dengan pesawat berusia dua bulan tidak cukup, yang menyebabkan kematian pilot, kru dan penumpang.

Diketahui bahwa Lion Air Penerbangan 610 tersebut jatuh ke Laut Jawa setelah lepas landas dari Jakarta pada 29 Oktober lalu. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 189 orang meninggal dunia.

Dalam sebuah pernyataan, firma hukum Gardiner Koch Weisberg & Wrona mengatakan bahwa Harvino dan Kapten Penerbangan 610 Bhayve Suneja sama-sama pilot berpengalaman. Mereka memiliki lebih dari 5.000 dan 6.000 jam terbang sebelum kecelakaan itu terjadi.

Belum ada komentar dari pihak Boeing atas gugatan tersebut. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya