Berita

Bendera Korea Utara/Net

Dunia

Data Pribadi 997 Pembelot Korut Diretas Di Korsel

JUMAT, 28 DESEMBER 2018 | 20:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Data pribadi hampir 1.000 pembelot Korea Utara diduga bocor akibat peretasan. Hal ini terjadi setelah komputer di pusat pemukiman kembali yang terletak di Gyeongsang Utara di Korea Selatan diretas pihak tidak dikenal pekan ini.

Hal tersebut diumumkan oleh Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Jumat, 28/12). Pihak kementerian menemukan bahwa komputer pribadi di pusat yang dikelola negara di pusat pemukiman kembali tersebut ditemukan telah terinfeksi kode berbahaya.

Pihak kementerian mengakui bahwa hal ini dianggap sebagai kebocoran informasi berskala besar pertama yang melibatkan pembelot Korea Utara.


Identitas peretas dan asal mula serangan siber ini belum dikonfirmasi.

Pusat pemukiman kembali Gyeongsang Utara adalah satu di antara 25 lembaga yang dijalankan Kementerian Unifikasi untuk membantu sekitar 32.000 pembelot dari Korea Utara agar bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di Korea Selatan.

Data yang dicuri itu mencakup data identitas dari sekitar 997 pembelot Korea Utara. Data yang bocor mencakup nama, tanggal lahir dan alamat mereka.

Para analis mengatakan ada beberapa kekhawatiran bahwa kebocoran itu dapat membahayakan anggota keluarga pembelot yang tetap berada di Korea Utara.

Dikabarkan BBC, Sokeel Park, Country Director Korea Selatan untuk Liberty di Korea Utara, yakni sebuah LSM internasional yang membantu para pembelot Korea Utara, mengatakan peretasan ini akan membuat pembelot lain merasa kurang aman tinggal di Korea Selatan. Mereka dapat mengubah nama, nomor telepon, dan alamat rumah mereka.

Investigasi oleh kementerian unifikasi dan polisi saat ini sedang berlangsung dan belum ada hasil yang diumumkan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya