Berita

Dunia

Pendanaan Tembok Masih Buntu, Penutupan Pemerintahan AS Berlanjut Hingga 2019

JUMAT, 28 DESEMBER 2018 | 13:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Penutupan sebagian pemerintah Amerika Serikat belum menunjukkan titik terang. Kemungkinan besar, penutupan masih akan berlanjut minggu depan di tengah kebuntuan atas pendanaan untuk dinding perbatasan Meksiko yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dikabarkan BBC (Kamis, 27/12), kedua kamar Kongres ditunda dalam beberapa menit tanpa bertindak untuk mengakhiri penutupan enam hari. Banyak anggota parlemen tidak kembali ke Washington untuk sesi tersebut.

Kedua belah pihak sekarang tampaknya menerima bahwa perselisihan akan berlanjut hingga 2019.


Sengketa pendanaan tersebut diketahui telah menyebabkan ratusan ribu karyawan federal cuti tidak dibayar atau tidak tahu kapan mereka akan dibayar.

Sementara itu, Trump mengatakan dia tidak akan berkompromi dengan tuntutannya akan pendanaan untuk membangun tembok perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko untuk mengatasi imigrasi ilegal, sebagaimana janji kampanyenya tahun 2016 lalu.

Dia menolak menandatangani paket pengeluaran yang lebih luas dan memaksa sebagian besar pemerintah tutup.

Tetapi oposisi Demokrat yang mengambil alih Dewan Perwakilan pada Januari dan beberapa di dalam partai Trump, Partai Republik, bersikeras mereka tidak akan memberikan presiden anggaran 5 miliar dolar AS yang menurutnya dibutuhkannya.

Lawan presiden menuduhnya membesar-besarkan masalah imigrasi untuk kepentingan politik, dan berpendapat bahwa ada bentuk keamanan perbatasan yang lebih baik daripada pembangunan tembopk. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya