Berita

Peluncuran proyek/Reuters

Dunia

Korsel-Korut Luncurkan Proyek Jalur Kereta

RABU, 26 DESEMBER 2018 | 22:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Utara dan Korea Selatan meluncurkan proyek untuk menghubungkan kembali jalur kereta api dan jalan terputus antara dua negara sejak Perang Korea 1950-53 pada hari ini (Rabu, 26/12).

Meski begitu, pembangunan yang sebenarnya tidak dapat dimulai karena masih ada sanksi yang dijatuhkan terhadap Korea Utara.

Peluncuran proyek ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua belah pihak Oktober lalu untuk bekerja sama menghubungkan kembali jalan kereta api dan jalan sebagai bagian dari pencairan hubungan kedua negara.


"Ada banyak hal yang harus dilakukan sebelum kita benar-benar memulai pembangunan," kata Menteri Transportasi Korea Selatan Kim Hyun-mee mengatakan sebelum upacara di kota Kaesong di sisi perbatasan Korea Utara.

Bahan dan investasi yang diperlukan untuk memulai konstruksi dilarang di bawah sanksi Amerika Serikat yang dikenakan atas program nuklir dan rudal Pyongyang. Washington bersikeras sanksi akan tetap dijatuhkan sampai Korea Utara menyerahkan senjata nuklirnya.

Menurut keterangan Kementerian Unifikasi Korea Selatan, para pejabat Korea Selatan, politisi dan anggota keluarga yang mengungsi akibat perang naik kereta khusus untuk upacara tersebut. Mereka bergabung dengan delegasi Korea Utara, serta para pejabat dari PBB, China, Rusia dan Mongolia.

"Hasil proyek kereta api dan jalan bergantung pada semangat dan kemauan orang-orang kami," kata Wakil Menteri Perkeretaapian Korea Utara Kim Yun Hyok seperti dimuat Reuters.

Kedua belah pihak akan melakukan survei bersama tambahan dan pekerjaan desain yang bisa memakan waktu satu atau dua tahun untuk menyelesaikan proyek tersebut. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya