Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Jokowi Merasa Elektabilitas Turun Gara-gara Harga Komoditas

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 03:51 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengatakan beberapa faktor sebabkan penurunan elektabilitas dirinya menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Satu di antaranya dikatakan Jokowi adalah anjloknya harga komoditas.

“Kenapa (elektabilitas) kita di Sumatera turun? Termasuk di Jambi turun, walau sedikit? Problemnya karena harga komoditas turun, CPO (crude palm oil) turun, karet turun, turun kok ditepuktangani bagaimana?” kata Jokowi, Minggu (16/12) saat menyampaikan pembekalan calon anggota legislatif dan rapat Tim Kampanye Daerah (TKD) di Jambi.


“Harga kelapa turun, harga global turun, pemerintah tidak mungkin menguasai pasar global karena itu mekanisme pasar. Saya berikan contoh misalnya sawit di Uni Eropa kita ‘di-banned’, ‘di-block’ karena di sana ada bisnis yang mirip-mirip kelapa sawit yaitu minyak bunga matahari di Prancis, untuk melindungi itu minyak kita dipersulit,” sambung Jokowi.

Sebab semua itu, Jokowi menilai kepuasan publik dan elektabilitasnya menurun.

“Ini sebenarnya urusan bisnis, terus kita mau apa? Bolak-balik, saya juga kemarin ketemu PM China, minta tambahan kelapa sawit 500 ribu ton tapi harganya tidak menarik, jangan dipikir pemerintah tidak mengerti problem makro Sumatera, masalah makro Jambi,” kata Jokowi.

Penurunan harga komoditas itu juga diakibatkan produksi CPO Indonesia terlalu besar. Indonesia, menurut Jokowi, punya lahan sawit 13 juta hektare, produksi 42 juta ton per tahun.

“Bayangkan itu 10 juta truk, banyak sekali begitu ada problem ekonomi global kita juga terimbas. Padahal harga manggis tinggi sekali, sedangkan semuanya menanam sawit dan sakit, hal-hal seperti ini yang harus kita bangun,” tambah Jokowi.

Jokowi pun mengucapkan terima kasih atas semangat dan militansi warga di Jambi terhadap pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Terima kasih atas semangat dan militansinya. Saya melihat, di sini militansinya yang paling tinggi, saya lihat betul, kalau Pak Ketua memberikan (kemenangan) 70 (persen), ya kita lihat saja pada Januari berapa, saya juga tadi lihat ke mal, ‘feeling’ saya ya tinggi, tapi tergantung bapak, ibu dan saudara sekalian,” jelas Jokowi.

Hasil sejumlah lembaga survei sebelumnya menunjukkan bahwa memang pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin masih memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Lembaga survei Median merilis survei soal elektabilitas pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019. Hasilnya, Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul 47,7 persen, Prabowo-Sandiaga 35,5 persen dengan “undecided votters”: 16,8 persen.

Survei dilakukan pada 4-16 November 2018 terhadap 1.200 responden yang memiliki hak pilih dengan “margin of error” survei +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sedangkan berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul 60,4 persen sementara Prabowo-Sandi hanya 29,8 persen.

Survei itu dilakukan pada 7-14 September 2018 terhadap 1.220 responden dengan “response rate” 1.074 responden. Survei dengan metode “multistage random sampling” dan “margin of error” kurang lebih 3,05 persen. Sedangkan responden terpilih diwawancarai melalui tatap muka. [jto]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya