Berita

Foto: PAN

Politik

Spanduk Tolak Capres Prabowo Bukti Politik Hitam

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 00:52 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Munculnya spanduk penolakan Capres Prabowo Subianto yang mengatasnamakan PAN di Kabupaten Sukabumi bukti adanya oknum yang mainkan politik hitam.

Demikian disampaikan Sekretaris DPD PAN Kota Sukabumi, Tendy Lukmana Hakim, dilansir RMOLJabar, Minggu (16/12).

"Bukan kader PAN yang menolak. Kita mengidentifikasi adanya oknum yang melakukan politik hitam," tambah Tendy.


Menurut Tendy, di Kota Sukabumi sendiri tidak ada spanduk ujaran kebencian tersebut. Meskipun begitu, DPD PAN Kota Sukabumi berjaga-jaga mengantisipasi munculnya spanduk tersebut.

"Di Kota Sukabumi belum terjadi. Tapi kita jaga-jaga kemungkinan muncul," ucap Tendy.

Salah satu bentuk antisipasi lewat intruksi kepada seluruh kader PAN untuk reaktif. Terutama ketika menemukan spanduk serupa atau konten yang sama dengan di Kabupaten Sukabumi.

"segera mencabutnya dan melaporkan kepada kami selain kami jika menemukan spanduk di Kota Sukabumi," ungkapnya.

Selain itu, DPD PAN Kota Sukabumi akan membuat rilis untuk diketahui oleh masyarakat Kota Sukabumi. Termasuk mengizinkan aparatur dan stakeholder untuk mencabut dan menurunkan spanduk yang notabene pemasangannya tak sesuai aturan KPU.

"Kami mengizinkan aparat untuk menurunkan spanduk serupa," terangnya.

Terkait dukungan Pilpres, PAN Kota Sukabumi solid terhadap Prabowo-Sandiaga. Tidak hanya di jajaran kepengurusan, namun sampai ke tingkat bawah.

"InsyaAllah solid semua. Bukan hanya di Kota, di Jawa Barat pun solid semua," pungkasnya. [jto]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya