Berita

Turki/Net

Dunia

Protes Serangan Udara, Irak Panggil Dubes Turki

SABTU, 15 DESEMBER 2018 | 10:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kementerian Luar Negeri Irak memanggil dutabesar Turki di Baghdad pada Jumat (14/12).

Pemanggilan dilakukan untuk melayangkan protes atas apa yang dianggap Irak sebagai pelanggaran udara berulang, setelah pesawat tempur Turki sebelumnya melakukan serangan terhadap militan Kurdi di Irak utara.

Beberapa jam sebelumnya, militer Turki mengumumkan melalui Twitter telah menewaskan delapan militan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang dalam serangan udara yang menargetkan daerah Zap, Hakurk dan Haftanin di Irak utara.


Turki secara teratur memang melakukan serangan udara di pangkalan PKK di Irak utara. Serangan itu merupakan langkah yang diperintahkan Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk mengakhiri kehadiran kelompok militan di dekat perbatasan Turki. Ankara juga mengancam akan melancarkan serangan darat di Irak utara.

Namun Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan serangan udara itu tidak dapat diterima di semua tingkatan dan melanggar kedaulatan dan keamanan warganya.

"Kementerian itu mengecam tindakan pesawat Turki yang melanggar wilayah udara Irak dan menargetkan beberapa situs di Irak utara, yang menyebabkan hilangnya nyawa dan properti," begitu keterangan pihak Kemenlu Irak seperti dimuat Reuters.

PKK sendiri ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa. PKK telah melancarkan pemberontakan selama tiga dekade di tenggara Turki yang menewaskan sekitar 40 ribu orang. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya