Berita

AS/Net

Dunia

Pasca Ancaman Teroris, Kedubes AS Di Kongo Kembali Dibuka

SELASA, 04 DESEMBER 2018 | 15:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat membuka kembali kedutaannya di Republik Demokratik Kongo pada hari Selasa (4/12).

Pembukaan kembali ini dilakukan setelah lebih dari seminggu terakhir ditutup akibat adanya ancaman teroris.

Diketahui bahwa Kedutaan Besar Amerika Serikat  dan fasilitas lainnya di ibukota Kinshasa telah ditutup sejak 26 November dan warga Amerika Serikat disarankan untuk tetap waspada.


Para pejabat Amerika Serikat tetap membisu di muka umum tentang sifat ancaman itu. Namun pihak Kedubes Amerika Serikat, seperti dimuat Reuters, memberi tahu diplomat asing bahwa penutupan kedutaan adalah karena penangkapan bulan lalu dari sel para jihadis Tanzania dari sebuah kelompok Islam Uganda yang disebut Pasukan Demokratis Sekutu (ADF).

Menteri luar negeri Kongo mengatakan dalam konferensi pers pada hari Jumat pekan lalu (30/11) bahwa ancaman terhadap fasilitas pemerintah Amerika Serikat adalah nyata dan serius. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya