Berita

Jamal Khashoggi/Net

Global

Pesan WhatsApp Pribadi Bisa Jadi Petunjuk Baru Pembunuhan Khashoggi

SENIN, 03 DESEMBER 2018 | 07:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lebih dari 400 pesan pribadi WhatsApp yang dikirim oleh wartawan senior Jamal Khashoggi sepanjang tahun lalu kepada sesama warga Saudi di pengasingan mungkin bisa menawarkan petunjuk baru atas misteri pembunuhannya.

CNN akhir pekan kemarin memuat, dalam percakapannya dengan aktivis yang berbasis di Kanada, yakni Omar Abdulaziz, yang kemudian diakses oleh CNN, Khashoggi menggambarkan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman atau dikenal denga akronim MBS, sebagai binatang buas dan 'pac-man' yang dinilainya akan melahap semua yang menghalangi jalannya, bahkan pendukungnya.

Sebagai informasi, "pac-man" adalah sebuah permainan arkade di mana pemain harus mengontrol tokoh berwarna kuning bernama Pac-Man dan membawanya mengelilingi lorong berlika-liku sambil "memakan" titik-titik kecil dan benda-benda khusus lainnya.


"Penangkapan tidak dapat dibenarkan dan tidak melayani dia (logika mengatakan), tetapi tirani tidak memiliki logika, tetapi dia mencintai kekuatan, penindasan dan kebutuhan untuk memamerkannya. Dia seperti binatang 'pac-man' semakin banyak korban yang dia makan, semakin banyak dia ingin. Saya tidak akan terkejut bahwa penindasan akan mencapai bahkan mereka yang menyemangati dia, lalu yang lain dan yang lain dan seterusnya. Tuhan tahu," tulis Khashoggi, do pesan WhatAppa itu, menurut CNN.

Pesan-pesan yang dibagikan oleh Abdulaziz dengan CNN termasuk rekaman suara, foto dan video. Percakapan mengungkapkan keduanya merencanakan "gerakan pemuda online", CNN melaporkan.

Abdulaziz yakin pesan antara dia dan Khashoggi disadap oleh pemerintah Saudi pada bulan Agustus, dua bulan sebelum Khashoggi dibunuh oleh pejabat Saudi di dalam konsulat mereka di Istanbul.

Abdulaziz mengatakan kepada CNN bahwa dia berencana untuk bergabung dengan gugatan terhadap perusahaan Israel yang dilaporkan menemukan perangkat lunak untuk meretas ponselnya.

Menurutnya, peretasan telepon memainkan peran besar dalam apa yang terjadi pada Khashoggi.

"Rasa bersalah itu membunuhku," katanya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya