Berita

Anggota MPR Bowo Sidik/Dok

Anggota MPR: Kalau Pancasila Hilang, Hilang Pula Bangsa Indonesia

KAMIS, 29 NOVEMBER 2018 | 10:56 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di desa  Bugel, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (28/11) malam mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Buktinya pagelaran wayang yang diselenggarakan di halaman Kantor Balai Desa Bugel, Jepara, itu mampu menyedot ribuan warga masyarakat, untuk datang dan menyaksikan pentas wayang yang dimainkan Ki Masnanto, atau yang terkenal dengan sebutan Ki  Dalang Mbeling.

Ikut hadir dalam acara tersebut anggota Fraksi Golkar MPR, Bowo Sidik Pangarso, Kepala Biro Hubungan Masyarakat MPR Siti Fauziah, Kepala Bagian Pemberitaan dan Layanan Informasi Publik serta Hubungan Antar Lembaga Muhamad Jaya, juga  Forkopimda setempat dan Petinggi desa Bugel Masno.


Pagelaran Wayang Kulit dengan Lakon Wibisono Minandito, itu dibuka oleh anggota Fraksi Partai Golkar MPR RI Bowo Sidik Pangarso,  mewakili pimpinan MPR. Prosesi pembukaan pagelaran wayang kulit, itu ditandai penyerahan tokoh wayang Wibisono  dari Bowo Sidik kepada Ki Dalang Mbeling.

Sebelumnya, saat menyampaikan sambutan, Bowo Sidik  mengingatkan, Sosialisasi Empat Pilar adalah tugas dan acara negara. Bahkan undangannya pun yang mengeluarkan adalah MPR, salah satu lembaga negara yang eksistensinya diatur  dalam Undang-Undang Dasar Negara  Republik Indonesia Tahun 1945.

Karena itu, Bowo Sidiq menyesalkan jika ada yang mengaitkan, kegiatan  Sosialisasi, ini sebagai ajang kampanye jelang pemilu serentak April 2019.

Acara Sosialisasi, ini kata Bowo Sidik sangat penting. Karena pasca reformasi, para pemimpin takut bicara soal Pancasila. Dianggapnya, Pancasila merupakan pemicu hancurnya ekonomi dan tatanan sosial bangsa Indonesia. Padahal, apa jadinya bangsa Indonesia jika melupakan jatidiri dan ideologi Pancasila

"Lalu, Pimpinan MPR berinisiatif mensosialisasikan kembali Pancasila beserta UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI," kata Bowo Sidik lagi.

Sosialisasi Empat Pilar dilakukan, karena Pimpinan MPR sadar, kalau Pancasila hilang maka hilang pula bangsa Indonesia.  Karena itu, Pancasila harus dipertahankan jangan sampai hilang dari bumi Indonesia.

Senada dengan Bowo Sidik, Kepala Biro Humas MPR RI Siti Fauziah menegaskan, MPR Memiliki berbagai metode dalam melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar. Antara lain, cerdas cermat, outbond, TOT, seminar, perkemahan hingga pentas kesenian tradisional. Jadi tidak benar, jika kegiatan pementasan wayang dikaitkan dengan pemilu. Karena kegiatan sosialisasi sudah dilakukan jauh-jauh hari, diberbagai daerah di Indonesia.

"Selain tontonan, pementasan wayang kulit juga memiliki tuntunan, agar kita bisa menjalani kehidupan berbangsa dan bermasyarakat secara baik dan benar. Inilah salah satu maksud diselenggarakannya  sosialisasi menggunakan metode pementasan wayang kulit," demikian Kepala Biro Humas.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya