Berita

Lieus Sungkharisma/Net

Politik

Tokoh Tionghoa: Lebih Menyeramkan Janji Yang Tidak Terwujud Dibanding Politik Genderuwo

JUMAT, 09 NOVEMBER 2018 | 21:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Banyaknya janji politik Joko Widodo saat Pilpres 2014 yang belum terlaksana lebih menyeramkan dibanding politik menakut-nakuti alias Politik Gendoruwo.

Begitu kata Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak), Lieus Sungkharisma terkait istilah yang baru dilontarkan Joko Widodo saat pembagian sertifikat tanah di Tegal, Jawa Tengah, Jumat pagi.

Menurut Lieus Jokowi harusnya bisa mewujudkan janji-janji saat Pilpres 2014, mulai dari peningkatan ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, kebudayaan dibanding mengembar-gemborkan suasana yang terjadi menjelang pilpres.


"Hingga saat ini janji-janji politik itu belum terpenuhi. Itu yang menakutkan," ujarnya di Jakarta, Jum'at, (9/11).

Di sisi lain, Lieus menilai pernyataan Jokowi soal politikus genderuwo menandakan mantan gubernur DKI Jakarta itu tak bisa menerima kritik terkait wujud nyata dari janji politik di 2014 hingga akhirnya secara spontan Jokowi mengeluarkan pernyataan yang menjadi kontroversi publik.

"Dari pernyataan Presiden Jokowi yang mengundang kegaduhan itu, masyarakat bisa mengambil kesimpulan bahwa Presiden Jokowi memang tidak boleh dibiarkan bicara di depan publik tanpa teks," ujar Lieus. [nes]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya