Berita

Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief: Mencemaskan, Sejak Tjahjo Kumolo Dan MK Mendesain Politik Dua Kubu

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 | 12:42 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Situasi politik makin memanas pasca aturan mengenai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen. Pasalnya hanya ada dua kubu yang berhadapan. Tak pelak benturan keras akan terjadi.

"Sebesar apapun kritik Nasakom Soekarno diilhami persatuan. Fusi 3 partai 1973 Soeharto dilandasi persatuan. Indonesia bersatu sebagai Kabinet SBY dengan spirit koalisi nasional bersatu. Sejak Tjahjo Kumolo dan Mahkamah Konstitusi bersama mendesain politik dua kubu, mencemaskan," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief dalam akun twitternya @AndiArief, Selasa (6/11).

Diketahui, Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu), yang diparipurnakan merupakan usulan pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri. Isu krusial saat itu yakni ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen. Namun disetujui oleh DPR.


Dan beberapa kalangan menggugat pasal 222 tentang ambang batas tersebut, nah pada akhirnya MK pun menolaknya.

"Sayang sekali kita sudah tidak bisa bertanya pada Bung Karno dan Pak Harto soal suasana kebatinan dan kerisauan apa yang menyebabkan munculnya saluran tiga kekuatan politik Nasakom dan Fusi Partai. Apakah sama dengan saat ini? Tolong yang bisa main jailangkung, ditanyakan," demikian Andi Arief.  [jto]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya