Berita

Lieus Sungkharisma/Net

Politik

Lieus Sungkharisma: "Tampang Boyolali" Guyonan Dianggap Menghina, Itu Kurang Piknik

SENIN, 05 NOVEMBER 2018 | 12:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Pernyataan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto soal "tampang Boyolali" hanyalah sebuah guyonan dan bukan penghinaan terhadap warga Boyolali, Jawa Tengah.

Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma kepada Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Senin (5/11).

"Adakah yang salah dengan guyonan tampang Boyolali yang dilontarkan Prabowo? Kalau guyonan itu dianggap menghina orang Boyolali, berarti orang tersebut terlalu banyak beban pikiran dan kurang piknik," kata Lieus Sungkharisma.


Jelas Lieus, banyak pihak terutama lawan politik yang tidak menyukai Prabowo-Sandi, sehingga mereka mencari hal-hal yang tidak perlu untuk menyerang paslon nomor urut 02. Sementara giliran demo honorer yang jatuh korban malah tidak viral.

"Kalau saya cermati pidato Pak Prabowo di depan konstituennya sendiri anggota Partai Gerindra tentang tampang Boyolali sebagai hal biasa," katanya.

"Sekarang ini orang yang tidak suka Pak Prabowo dan Bang Sandi kerjaannya senang sekali mencari hal-hal yang bisa digoreng sehingga menjadi viral dan bernilai negatif. Padahal subtansinya tidak demikian. Seperti kurang kerjaan," tutup Lieus menambahkan. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya