Berita

Jembatan Suramadu/Net

Politik

Jembatan Suramadu Terhenti Di Era Megawati, SBY: Saya Tidak Katakan Mangkrak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 | 19:35 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Narasi sejarah pembangunan Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) muncul dalam berbagai media akhir-akhir ini. Narasi itu menyebutkan jembatan itu digagas Sukarno, disikapi Soeharto, dibangun Megawati, diresmikan SBY dan digratiskan oleh Jokowi.

Lantas apa tanggapan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)?

"sebetulnya saya tak ingin masuk dalam klaim mengklaim sebuah karya pembangunan. Pun juga tak suka dibentur-benturkan dengan Presiden Jokowi ataupun Presiden (ke-5 RI) Megawati. Yang paling baik saling menghormati di antara pemimpin bangsa, di antara pemerintahan-pemerintahan yang ada di negeri ini. Intinya di situ," kata SBY, di Kulon Progo, Yogyakarta, Minggu (28/10).


Kendati demikian, SBY perlu meluruskan apa yang muncu di sejumlah pemberitaan. "Saya juga mengikuti (pemberitaan), barangkali perlu diluruskan," tambah SBY.

Dalam kesempatan itu, SBY terkenang dengan situasi pembangunan Jembatan Suramadu. Ia menceritakan saat dirinya menjabat sebagai Presiden RI dan meresmikan jembatan Suramadu tahun 2009 silam.

"Dalam peresmian jembatan Suramadu dulu juga saya sampaikan banyak yang berjasa hingga terwujudnya jembatan Suramadu, dari satu presiden ke presiden yang lain. Mulailah dari Bung Karno, Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Ibu Megawati dan tentunya saya, waktu itu," cerita SBY.

SBY pun tak menampik awal pembangunan Jembatan Suramadu dilakukan era Presiden Ke-5 Megawati Soekarno Putri. Namun proses pembangunan terhenti.

"Benar, yang memulai pembangunannya itu Presiden (ke-5) Megawati, itu nyata. Dalam perkembangannya pembangunan itu terhenti. Saya tidak pernah mengatakan mangkrak, mangkrak itu konotasinya negatif, pokoknya terhenti. Dan saya melaksanakan sidang kabinet di Pasuruan bertanya mengapa terhenti?" papar SBY.

Setelah permasalahan diketahui, dicarikan solusinya lalu diputuskan untuk dilanjutkan pembangunannya.

"Itu kan indah kesinambungan pembangunan dan pemerintahan. Saya kira selalu begitu, ada yang dirintis oleh presiden sebelumnya, belum sempat selesai, dilanjutkan oleh presiden berikutnya lagi," imbuh SBY.

Menurutnya, hal itu merupakan kelaziman dalam sebuah pembangunan.

"Itulah kelaziman dalam sebuah pembangunan, jadi menurut saya tidak perlulah kita saling menarasikan sesuatu yang tidak tepat. Bu Megawati tentu punya jasa yang besar, presiden-presiden yang lain juga begitu. Saya kan juga menuntaskan hingga selesai setelah hambatan yang ada kami atasi," demikian SBY. [jto]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya