Berita

Jamal Khashoggi/Net

Global

Erdogan Beberkan Kronologi Pembunuhan Jamal Khashoggi

RABU, 24 OKTOBER 2018 | 07:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membeberkan kronologi pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober lalu, merujuk pada investigasi yang dilakukan Turki.

Di hadapan anggota parlemen partai AK yang berkuasa di ibukota Ankara (Selasa, 23/10), Erdogan menyebut bahwa pembunuhan Khashoggi terencana.

"Pada tanggal 28 September, Khashoggi tiba di konsulat Arab Saudi untuk memilah-milah dokumen pernikahannya," kata Erdogan.


"Tampaknya pada saat itu mereka (para pejabat Arab Saudi) mulai merencanakan peta jalan untuk pembunuhannya," sambungnya seperti dimuat Al Jazeera.

Dia menambahkan bahwa beberapa pejabat meninggalkan Turki dan melakukan perjalanan ke Arab Saudi.

"(Hal itu) menunjukkan mereka (Saudi) merencanakan pembunuhan itu," jelas Erdogan.

Lebih lanjut, mengutip BBC, Erdogan mengatakan bahwa tiga tim yang terdiri dari 15 warga Saudi telah tiba di Istanbul dengan penerbangan terpisah pada hari-hari dan jam-jam menjelang waktu pembunuhan.

Sehari sebelum pembunuhan itu, katanya, beberapa anggota dari kelompok itu pergi ke hutan Belgrad, dekat konsulat Saudi di Istanbul. Lokasi itu pekan lalu digeledah oleh polisi Turki mencari jasad Khashoggi.

Dia juga menjelaskan bagaimana tim tersebut telah mengeluarkan kamera keamanan dan rekaman pengawasan dari gedung konsulat sebelum kedatangan Khashoggi.

Bukan hanya itu, sambung Erdogan, seorang pria yang mirip Khashoggi, mengenakan pakaian, kacamata, dan janggutnya, juga termasuk di antara kelompok yang terlihat meninggalkan Istanbul dalam penerbangan ke Riyadh pada hari yang sama dengan pembunuhan itu. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya