Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pengamat: Kampanye Kurang Gereget, Golput Mengancam

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 | 09:36 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Mesin politik partai dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih belum optimal.

"Sampai menjelang kurang 6 bulan pemilu, suasana kampanye dan pergerakan pemilu (baik Pilpres maupun pileg) tampak kurang greget di berbagai wilayah,” kata Pengamat politik dari Univeritas Airlangga (Unair) Sukowidodo, seperti dilansir Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (17/10).

Suko menjelaskan, belum optimalnya mesin partai itu karena kandidat cenderung enggan mengeluarkan logistik untuk kampanye. Bisa jadi, parpol maupun calon legislatif (caleg) memang kekurangan modal untuk turun ke lapangan.


"Bisa jadi hal ini terjadi karena persoalan pembiayaan. Para kandidat enggan turun, dan hanya lakukan kampanye tipis-tipis guna efisiensi pendanaannya,” katanya lagi.

Suko memprediksi di Pileg dan Pilpres 2019 mendatang angka golput akan tinggi. Pasalnya, banyak pemilih yang belum mendapatkan gambaran utuh calon yang akan mereka coblos, sehingga memutuskan tidak menggunakan hak pilihnya.

"Lambannya komunikasi dan interaksi kandidat dengan warga, bisa berpotensi maraknya golput di masyarakat,” demikian Suko Widodo. [jto]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya