Berita

PKS/Net

Politik

Inilah Hubungan Sebenarnya PKS Dengan GNPF Ulama

MINGGU, 14 OKTOBER 2018 | 14:51 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Sejumlah partai politik tengah mencari simpati publik guna meraih suara di Pemilu serentak 2019, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama KH Yusuf Martak mengaku sangat mencintai Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Kenapa saya mencintai PKS? Karena banyak tantangannya. Tidak sekadar partai politik. PKS tidak pernah abu abu," kata Yusuf Martak dalam sambutan Konsolidasi Nasional PKS untuk kemenangan Pemilu 2019 di Depok, Minggu (14/10).


Yusuf Martak menerangkan, ia mengenal kader PKS tidak baru-baru ini melainkan sudah puluhan tahun lalu.

"Ini bukan sebatas 5 atau 10 tahun melainkan hampir 30 tahun," ungkap Yusuf.

Saat GNPF Ulama, kata dia, mengangkat Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Aljufrie sebagai calon wakil presiden, diakuinya tidak ada kompromi politik.

"Demi Allah tidak ada negoisasi politik dan yang lainnya. Kami memperjuangkan Habib Salim dengan segala usaha," kenang Yusuf Martak. [jto]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya