Berita

Ragam Komunitas Di Bogor Diingatkan Kembali Pentingnya Empat Pilar MPR

RABU, 10 OKTOBER 2018 | 14:11 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Anggota MPR Fraksi Hanura, Djoni Rolindrawan, mengatakan setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, dirinya mengunjungi berbagai tempat untuk melakukan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sasaran sosialisasi menurut Djoni Rolindrawan ditujukan kepada semua lapisan masyarakat, beragam komunitas, serta mulai generasi milenial hingga generasi manula.

Beragam komunitas dan generasi itulah itulah yang membuat sosialisasi yang dilakukan Djoni Rolindrawan di Kafe Surabi, Jl. Sancang, Kota Bogor, Jawa Barat, 9 Oktober 2018, kali ini tak biasanya.


Selain menggunakan metode seni-budaya Sunda, juga digelar fashion show. Tak heran dalam sosialisasi yang dimeriahkan tari jaipong, karinding, pencak silat, rampak gendang, lomba karaoke dangdut, fashion show, dan senam sehat itu mampu menarik ratusan masyarakat Bogor.

Di hadapan ratusan warga, Djoni Rolindrawan mengatakan dirinya sering melakukan sosialisasi Empat Pilar salah satunya lewat metode yang saat itu dilakukan.

“Lewat pagelaran seni budaya”, ujarnya. Dalam kesempatan itu dirinya mengajak masyarakat untuk melaksanakan silai-sila Pancasila. "Pancasila selain dihafalkan juga harus diterapkan dalam kehidupan keseharian”, ujarnya.

Dirinya mencontohkan bila Sila I dilaksanakan maka tak akan ada kasus korupsi. Dikatakan, para pendiri bangsa melahirkan Pancasila agar Indonesia terhindar dari marabahaya, terhindar dari kemudharatan hingga akhirnya selamat dunia-akhirat.

Dalam kesempatan itu, Djoni Rolindrawan mengungkapkan UUD Tahun 1945 telah mengalami empat kali perubahan. Dari amandemen yang dilakukan, diakui banyak membawa perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dicontohkan, dulu demonstrasi dilarang namun setelah ada perubahan maka masyarakat bebas melakukan unjuk rasa. Meski demikian ditegaskan apa yang dilakukan itu harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang lain.

Dirinya berharap persatuan dan kesatuan bangsa tetap dijunjung tinggi. Untuk itu menurut pria kelahiran Bogor itu jangan sekali-kali kita berpikir Indonesia pecah.

“Jangan berpikir memisahkan diri dari NKRI”, ujarnya. “NKRI harga mati," tambahnya.

Dari sini lah tak heran bila ia tak bosan-bosannya mengatakan agar kita mencintai persatuan.

Dalam sosialisasi itu hadir pula, anggota DPRD Kota Bogor Sandy Pratama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bogor Syahlan Rasidik, Kabiro Umum Setjen MPR Heri Heriawan; dan Kabag Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga, dan Layanan Informasi Setjen MPR Muhamad Jaya.

Dalam kesempatan yang sama, Syahlan Rasidik menuturkan Sosialisasi Empat Pilar sangat dibutuhkan setelah penataran P4 sudah tidak ada. Menurutnya, masyarakat mungkin sudah lupa P4.

Untuk itu harus dilekatkan lagi ingatan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika lewat sosialisasi ini. Dirinya berharap dengan sosialisasi hingga ke tingkat desa maka keributan antardesa, yang terkadang terjadi di Bogor, tidak terjadi lagi.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Heri Heriawan. Dikatakan, MPR telah menggaungkan Empat Pilar sejak 2009 melalui berbagai metode seperti lomba cerdas cermat, FGD, TOT, outbond, seminar, diskusi, debat konstitusi, dan pagelaran seni budaya.

"Semuanya ditujukan untuk mengembalikan kita kepada nilai-nilai luhur bangsa”, ujarnya. “Mari kita laksanakan Empat Pilar," demikian Syahlan. [jto] 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya