Berita

Empat Pilar/Dok

Di Pura Penulisan, Empat Pilar MPR Disampaikan Lewat Seni Budaya Bali

SENIN, 01 OKTOBER 2018 | 12:42 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Malam semakin larut, udara dingin pun semakin menusuk tulang-tulang namun ratusan warga yang memenuhi Pura Puncak Penulisan, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, tak beranjak dari tempat duduknya.

Hiburan musik pop bali, lawak, dan tari yang disuguhkan oleh artis dan seniman dari Gianyar seolah menjadi daya tawar dari dinginnya udara yang membekap.

Tak hanya suasana ceria yang muncul di kerumunan masyarakat. Gelak tawa sering terdengar di sana ketika lawakan khas Bali, Petruk dan Dolar, tampil di depan mereka. Di saat musisi lokal mendendangkan lagu-lagu pop, di antara penonton pun ada yang ikut bernyanyi.


Acara yang digelar Minggu malam, 30 September 2018, yang mampu menarik masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Batur itu merupakan salah satu bentuk Sosialisasi Empat Pilar MPR. MPR menggandeng Yayasan Kesenian Bali untuk mengajak masyarakat pada malam itu tak hanya sekedar menikmati pentas seni dan budaya namun juga mendengar, meresapi, dan selanjutnya melaksanakan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Di antara ratusan warga, hadir anggota MPR dari Fraksi PDIP, I Made Urip; anggota Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz; anggota dari Kelompok DPD, I Kadek Arimbawa, dan Kabiro Humas Setjen MPR Siti Fauziah.

Dalam sambutan, mewakili pimpinan MPR, Kadek mengatakan Puncak Penulisan merupakan kampung yang berada di ketinggian 1.340 meter di atas permukaan laut. Meski mayoritas penduduk Bali beragama Hindhu namun Kadek mengakui di Kintamani ada penganut agama lainnya.

“Masyarakat Kintamani sangat universal, di sini juga ada yang menganut Islam, Budha, dan lainnya”, ungkapnya. Meski beragam, pria yang dulu merupakan seniman lawak itu menyebut Kintamani tetap rukun.

Lolak, nama panggung Kadek saat menjadi seniman, berharap dengan sosialisasi lewat pentas seni dan budaya bisa menambah rasa persatuan. Dikatakan, sosialisasi di Kintamani lewat pentas seni dan budaya sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Ia ingin apa yang sudah dilakukan itu terus dilanjutkan.

“Saya berharap demikian,” ujar anggota DPD dari Bali itu.

Dalam pesan-pesan Empat Pilar-nya, pria kelahiran Klungkung, Bali, itu mengingatkan pada generasi muda agar hati-hati ketika bermedia sosial. Dirinya mewanti-wanti saat masyarakat menerima informasi atau berita. Hoax saat ini sering betebaran disebut bisa mengganggu persatuan dan kesatuan masyarakat. Tentu hoax tidak diinginkan oleh semua.

“Bali sebagai tujuan wisata, sangat membutuhkan rasa aman”, ujar ayah tiga putra itu.

Siti Fauziah, dalam kesempatan yang sama, di hadapan ratusan warga, menyebut pentas seni dan budaya yang malam itu digelar merupakan salah satu metode Sosialisasi Empat Pilar. Dirinya merasa bahagia pentas seni dan sosialisasi yang digelar malam itu diselenggarakan di lingkungan pura (tempat ibadah ummat Hindhu).

“Sosialisasi di lingkungan pura baru kali ini terlaksana”, ujarnya.

Dikatakan, metode ini selain memberi penyegaran dan pemahaman nilai-nilai bangsa juga untuk melestarikan seni budaya tradisional.

“Seni budaya pada dasarnya mengandung tuntunan”, ujarnya.

“Seni budaya bukan hanya tontonan dan hiburan semata tapi harus menjadi tuntunankarena di dalam nya tersirat nasehat-nasehat,” tambahnya.

Lebih lanjut, perempuan yang akrab dipanggil Bu Titik itu berharap kepada masyarakat di tahun politik, menjelang dan saat pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Tahun 2019, tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Dirinya menyampaikan pesan Ketua MPR Zulkifli Hasan bahwa pilihan boleh berbeda namun merah putih tetap sama.

“Beda pilihan tak boleh membuat kita bertengkar dan pecah. Untuk itu persatuan dan kesatuan bangsa harus diutamakan," tukasnya. [jto]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya