Berita

Miras Selundupan/Net

Pertahanan

Tim F1QR TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan Miras

JUMAT, 14 SEPTEMBER 2018 | 06:32 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Peredaran minuman keras (miras) ilegal di wilayah hukum Kepulauan Riau tampaknya masih marak.

Ihwal itu dibuktikan Tim  Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun.

Tim F1QR berhasil menangkap speedboat yang berusaha menyelundupkan  minuman keras ilegal dari Singapura di Sungai Kampar, Rabu (12/9).  


Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, mengatakan, adapun kronologis proses penangkapan miras ilegal dilakukan Tim F1QR,  kejadian bermula pada hari Rabu (12/9) pukul 23.50 Wib,  Tim Gabungan F1QR Lanal Tanjung Balai Karimun sedang melaksanakan Operasi anti penyelundupan, lalu mendapat kontak speed boat (5 x 200 PK) berkecepatan tinggi melintas dari Jurong Singapura ke arah Sungai Kampar, selanjutnya dilaksanakan prosedur pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid).

"Setelah melaksanakan pengejaran selama 30 menit, Tim F1QR mengeluarkan tembakan peringatan ke udara, namun target bergerak berputar ke arah depan dan berbelok kembali di belakang tim, karena gerakan yang membahayakan sehingga tim melaksanakan prosedur dan tindakan terukur dengan mengeluarkan tembakan ke arah mesin untuk melumpuhkan," kata Yudo dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (14/9).

Yudo melanjutkan, usai berhasil dihentikan dan dilumpuhkan, kemudian dilaksanakan pemeriksaan awal di mana diperoleh informasi speed boat tanpa nama, jumlah ABK 10 orang WNI, serta muatan minuman keras sebanyak 200 kotak (1200 botol).

"Dalam seminggu terakhir, tim telah melaksanakan pengintaian dan pengejaran terhadap speed boat penyelundup yang melintas, namun tidak pernah berhasil karena kalah kecepatan," tutupnya. [jto]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya