Berita

Nusantara

Di Desa Cangkol Solar Dibatasi, Petani Terancam Gagal Panen

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 | 05:55 WIB | LAPORAN:

Petani Desa Cangkol, Mojolaban, Sukharjo, Jawa Tengah kesulitan mendapatkan solar bersubsisi. Pasalnya, belakangan ini pihak SPBU mulai membatasi pembelian solar bersubsidi.

Kondisi itu membuat para petani kesulitan mendapatkan solar sejak sebulan terakhir lalu. Kondisi ini diperparah masuknya musim tanam ini yang sangat membutuhkan air. Sementara pompa penyedot air harus butuh solar.

Kepala Desa Cangkol, Sriyono, membenarkan jika saat ini pembelian solar telah dibatasi.


Sekitar 200 petani di desanya mengaku kesulitan untuk mendapatkan solar bersubsidi untuk kelangsungan pertanian. Saat ini pembelian solar untuk petani dibatasi hanya 10 liter saja, dan itu dirasa kurang.

Padahal usia padi petani baru 40 hari dari masa tanam, untuk masa panen masih diperlukan waktu hingga 50 hari kedepan. Selama itu petani terus memerlukan pasokan air. Karena ini musim kemarau maka satu-satunya jalan ya harus menyedot air dengan diesel.

"Ketua paguyuban pengguna air Dam Colo kemarin mengadu, jika pembelian solar terus dibatasi, maka petani terancam gagal panen. Dan masalah ini juga sudah saya sampaikan pada PPL," ungkap Sriyono seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Rabu (5/9).

Selain masalah pembatasan solar, petani masih dihadapkan lagi persoalan lain, bahwa per 1 Oktober mendatang, pintu air Dam Colo akan ditutup. Hal ini membuat petani sepenuhnya tergantung dari diesel untuk menyedot air.

"Bisa dibayangkan saat ini saja, petani masih terbantu dengan aliran air dari dam Colo, jika nanti ditutup sepenuhnya mengandalkan sumber air dari diesel. Padahal pembelian solar sudah dibatasi, bagaimana nasib petani," keluhnya.

Sementara itu pihak Pertamina melalui Manager Communication and CSR MOR 4,  Andar Titi Lestari membantah adanya pembatasan pembelian solar.

Dalam keterangan tertulis, pihaknya memastikan pasokan solar subsidi sesuai dengan kebutuhan normal kenutuhan konsumen pengguna di seluruh SPBU, khususnya di seluruh Solo Raya.

Menurutnya solar bersubsidi mempunyai kuota yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui BPH Migas. Hal ini agar subsidi pemerintah tidak membengkak, dan peruntukannya tepat sasaran.

Pertamina juga tidak melakukan pengurangan solar, khususnya solar bersubsidi dan akan tetap layani pembelian selama ada surat rekomendasi dari pemerintah daerah setempat melalui kades/lurah/SKPD terkait sesuai aturan Perpres 191 tahun 2014.

"Usaha pertanian juga dapat diberikan solar bersubsidi selama kelompok tani atau usaha pelayanan jasa alat mesin pertanian sudah diverifikasi, terdaftar dan mendapat rekomendasi dari Kepala Desa atau kepala SKPD setempat yang membidangi pertanian. Dan saat membeli solar bersubsidi, surat tersebut harus di tunjukan pada operator SPBU, dan operator SPBU akan melayani," jelas Andar. [nes]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya