Berita

Rumah Senyum PKPU Human Initiative/Ist

Nusantara

PKPU Human Initiative Bangun 50 Rumah Senyum Untuk Korban Gempa

MINGGU, 19 AGUSTUS 2018 | 21:34 WIB | LAPORAN:

PKPU Human Initiative (HI) membangun 50 Rumah Senyum di Dusun Tembobor, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan ini dalam rangka memberikan rasa senang dan memberikan tempat istirahat yang nyaman bagi para korban gempa.

Ketua Koordinator Lapangan PKPU HI Subur Rojinawi mengatakan keberadaan Rumah Senyum mampu membuat warga terdampak dapat merasakan kenyamanan.  


"Mereka bisa tinggal di rumah senyum sambil menunggu rumahnya yang hancur terbangun kembali,"  ujarnya saat ditemui di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu (19/8).

Dijelaskannya, penerima manfaat Rumah Senyum diprioritaskan bagi warga terdampak lansia, ibu hamil, serta ibu yang sedang menyusui.

Penerima manfaat Rumah Senyum sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Tembobor ini, sementara baru warga yang tertimpa musibah gempa di RT 01 dan 02 saja.

Sementara itu, Kepala Dusun Tembobor Lalu Yahya Robi mengapresiasi adanya Rumah Senyumml.

Menurutnya warga merasa senang dengan adanya bantuan pembangunan Rumah Senyum tersebut.

"Masyarakat sangat senang, mendapatkan rumah senyum dari PKPU Human Initiative," ujarnya.

Dikemukakannya, hal ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga stamina fisik para warga yang menjadi korban gempa. Mereka, imbuhnya, yang biasa harus tidur di tenda-tenda pengungsian, kini dapat beristirahat di Rumah Senyum.

Perlu diketahui, Rumah Senyum dibangun dengan ukuran 3x5 meter per segi. Terdiri dari ruang untuk kamar tidur 3x3 meter per segi dan ruang tamu seluas 2x3 meter per segi. Sedangkan, dapur terletak di luar, di samping ruang tamu.

Ada pun spesifikasi Rumah Senyum yang berukuran 3x5 meter per segi tersebut, menggunakan bahan-bahan, kayu kaso, terpal, balok, atap rumbia, pasir, semen dan paku. [nes]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya