Berita

Harmoni Indonesia 2018/Net

Nusantara

Merajut Persatuan Lewat Kompetisi Harmoni Indonesia 2018

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 | 17:40 WIB | LAPORAN:

Harmoni Indonesia 2018 sebagai rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan ke-73 RI sekaligus menyambut Asian Games 2018 menggelar kompetisi bernyanyi bersama di jejaring sosial Instragram.  

Bersamaan dengan penyelenggaraan menyanyi besama yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia tanggal 5 Agustus lalu, panitia Harmoni Indonesia 2018 juga telah mendapatkan pemenang solo dan satu pemenang grup dari peserta duet, trio dan kuartet kompetisi bernyanyi bersama.  

Staf Khusus Kementerian PUPR Firdaus Ali selaku ketua pelaksana Harmoni Indonesia 2018 mengatakan, kompetisi yang diadakan diharapkan menjadi benang merah untuk mempersatukan, menguatkan dan merajut kembali rasa persatuan, kesatuan dan kebangsaan Indonesia.


"Dari kompetisi ini terpilih pemenang solo dan satu pemenang grup. Kita berharap, acara dan kompetensi ini makin merajut rasa persatuan, kesatuan, sikap saling menghormati, saling menyayangi sebagai sesama warga negara Indonesia," jelas Firdaus dalam keterangannya, Sabtu (18/8).

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto menambahkan, lagu-lagu nasional yang dinyanyikan di Harmoni Indonesia 2018 akan mengingatkan setiap warga negara terhadap sulitnya merebut kemerdekaan.

"Karenanya, kami ingin lagu-lagu ini terus disenandungkan dan digelorakan," katanya.

Lanjut Sidarto, Harmoni Indonesia 2018 merupakan gagasan Presiden Joko Widodo dan dikemas sebaik mungkin dalam waktu yang singkat.

Pada 5 Agustus lalu telah dilaksanakan acara menyanyi bersama lagu nasional dan kebangsaan yang melibatkan 48 kota. Tidak hanya di Indonesia, kegiatan juga digelar di delapan kota di negara lain yang terdapat KBRI.

Kompetisi menyanyi Harmoni Indonesia 2018 diikuti oleh peserta dengan kisaran usia 17-25 tahun. Jumlah peserta solo sebanyak 23 orang, 15 grup yaitu tiga grup duet, tiga grup trio dan sembilan grup dengan total peserta 51 orang. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya