Berita

TGKH M Zainuddin Abdul Madjid/Net

Nusantara

Pendiri NW, Ulama Yang Ikut Angkat Senjata Lawan Penjajah

JUMAT, 17 AGUSTUS 2018 | 21:18 WIB | LAPORAN:

Pahlawan nasional Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid yang juga pendiri organisasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah atau yang dikenal NW, bersama para guru dan santrinya ikut angkat senjata mengusir penjajah di tanah Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dalam menyusun strategi, Maulanasyaikh mendirikan Pesantren Mujahidin di Bermi Pancor Lombok Timur sebagai tempat penyusunan taktik dengan tameng pengajaran agama Islam. sehingga oleh penjajah.

Dengan kiprah yang begitu panjang dalam merebut kemerdekaan RI, maka Maulanasyaikh banyak mendapat penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia. Terakhir, Presiden ke-7 RI Joko Widodo menganugrahi Maulanasyaikh gelar pahlawan nasional 9 November 2017  lalu atas jasa-jasanya berjuang dan membangun bangsa Indonesia.


"Alhamdulillah dan syukur kepada Allah SWT atas anugrah kemerdekaan Republik Indonesia ini. Di mana NW dan Ninikda Maulanasyaikh juga terlibat dalam perjuangan tersebut," kata cucu TGKH M Zainuddin Abdul Majid, TGB M Zainuddin Atsani, Jumat ( 17/8).

TGB Tsani, panggilan akrabnya, mengungkapkan nikmat kemerdekaan RI yang kita rasakan ini terasa istimewa, karena NW juga memiliki andil dan peran dalam membangun pondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sehingga tidak ada alasan bagi waga NW untuk tidak mendukung segala bentuk pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

"Mari wujudkan cita-cita pendiri bangsa Indonesia, untuk menjadi bangsa yang kuat, bermartabat dan menjesahterakan rakyatanya," imbau TGB Tsani.

Ia juga mengimbau kepada semua lembaga pendidikan NW dan pengurus NW di seluruh Indonesia untuk memeriahkan hari kemedekaan ini dengan berbagai kegiatan kebangsaan, untuk menumbuhkan patriotisme anak bangsa.

"Sebelumnya juga pada Kamis malam jelang hari 17 Agustus 2018, organisasi NW yang tersebar di 21 provinsi telah menggelar hiziban akbar dalam rangka menyambut HUT RI ke-73," pungkasnya. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya