Berita

Nusantara

PKPU-HI Bekerjasama Dengan IDI Beri Layanan Kesehatan Korban Gempa Lombok

KAMIS, 16 AGUSTUS 2018 | 00:23 WIB | LAPORAN:

. Lembaga Kemanusian Nasional PKPU Human Initiative (PKPU-HI) terus melakukan berbagai upaya membantu korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan obat-obatan kepada puskesmas dan layanan kesehatan kepada masyarakat setempat.

"Pemberian bantuan dan layanan kesehatan ini bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wonogiri, Jawa Tengah," kata Manajer Humas PKPU Human Intiative, Muhammad Sukismo dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (15/8).

Salah satu lokasi tempat penyaluran bantuan, lanjutnya, adalah Puskesmas di Kecamatan Kayangan dan Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, NTB. Pemberian bantuan obat-obatan itu dilakukan oleh Ketua IDI Wonogiri, di kedr. Martanto.


"Bantuan obat-obatan yang diberikan cukup untuk 500 pasien. Usai pemberian bantuan, dilanjutkan aksi layanan kesehatan di pos pengungsi," terangnya.

Lokasi penyaluran bantuan, terang dia, tergolong cukup sulit untuk dijangkau karena berada jauh dari pusat kota Kabupaten Lombok Utara. Perjalanan menuju dusun-dusun di kecamatan tersebut juga agak sulit karena daerahnya berada di atas perbukitan.

Karena sulitnya lokasi dan terbatasnya tenaga relawan, bantun sembako yang sudah masuk belum bisa didistribusikan secara menyeluruh dan merata.

"Bantuan yang datang masih banyak yang menumpuk di kantor-kantor Kepala Desa, karena belum sempat didistribusikan ke dusun-dusun yang memerlukan bantuan sembako," ungkap Sukismo.

Sementara, untuk layanan kesehatan yang di lakukan dapat melayani 68 pasien, dengan 99 KK dan 223 jiwa keluarganya.

"Kebanyakan dari mereka selain terserang penyakit ISPA juga ada yang berobat luka-luka dan memar-memar, akibat tertimpa sebagian bangunan yang roboh kerana gempa," tandas Sukismo. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya