Berita

Diskusi Ngopi Ngerumpi/RMOL

Nusantara

Gerindra: Indonesia Di Ambang Krisis Moneter Yang Lebih Buruk

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 | 19:40 WIB | LAPORAN:

Keadaan ekonomi nasional saat ini lebih buruk dari kondisi sebelum krisis ekonomi pada 1998 lalu yang menyebabkan tumbangnya pemerintahan Presiden Soeharto.

Wakil Ketum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, fondasi ekonomi bangsa memang menghawatirkan. Salah satu indikatornya nilai tukar rupiah yang kian terpuruk yakni mencapai lebih dari Rp 14.600 per dolar AS atau mendekati angka Rp 15 ribu seperti pada era Soeharto.

"Gejolak krisis ekonomi ditandai dengan melonjaknya nilai tukar rupiah. Sudah mulai mendekati 15 ribu," katanya dalam acara Ngopi Ngerumpi bertajuk 'Republik di Ambang Kebangkrutan dan Bahaya Disintegrasi. Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat  Dimana?' di Jalan Veteran 1, Jakarta, Selasa (14/8).


Menurut Ferry, pihak Istana selalu mengaitkan kritikan dengan isu Pilpres 2019. Padahal sebenarnya yang diungkapkan adalah situasi ekonomi yang tengah terjadi. Pemerintah pun selalu berkilah dengan mengatakan kondisi ekonomi saat ini baik-baik saja.

"Kalau sudah nyaris 15 ribu, kalau tahun 98 juga mendekati 15 ribu menjelang bulan Mei. Pemerintah Soeharto ketika itu juga mengatakan bahwa ekonomi Indonesia dalam keadaan baik, sama seperti sekarang ini. Tapi tiba-tiba jelek begitu (krisis moneter)," jelasnya.

Nilai tukar rupiah yang kian merosot hanya karena faktor eksternal seperti yang diungkapkan pemerintah selama ini juga sama persis yang dilakukan pemerintahan Soeharto yang ketika itu terimbas krisis ekonomi Thailand. Bedanya, kali ini, krisis ekonomi Indonesia bisa saja terjadi dengan yang terjadi di Turki.

"Ada faktor eksternal, sama juga tahun 98 ada faktor eksternal. Bagi Indonesia yang saya anggap berbahaya ini adalah faktor eksternal Turki kemudian sekarang salah urus adalah krisis ekonomi," beber Ferry.

Yang tidak sama, lebih buruk dari krisis ekonomi pada masa menjelang runtuhnya pemerintahan Soeharto, saat ini perekonomian nasional tidak memiliki fondasi kuat.

"Krisis ekonomi 1998 tertolong oleh adanya kondisi UMKM masih sangat baik. Jadi, ketika krismon masih tertahan, tidak hancur. Tapi sekarang UMKM kita sudah hancur. Kalau nanti sekiranya ada krisis ekonomi, benteng perekonomian nasional kita sudah tidak ada lagi. Yang terjadi adalah hancur perekonomian kita sekarang ini," pungkas Ferry. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya