Berita

Foto: Net

Nusantara

Solidaritas Bangsa Bisa Percepat Penanganan Bencana Di Lombok

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 | 11:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rasa solidaritas bangsa harus terus ditingkatkan, terutama saat bangsa tengah menghadapi bencana alam. Sebab, dengan solidaritas yang tinggi, proses normalisasi kehidupan masyarakat pasca gempa akan tertangani dengan cepat.

Begitu kata Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) PPSA XXI Komjen Pol (Pur) Arif Wachjunadi saat menyerahkan bantuan bencana ke Lombok, Senin (13/8) kemarin.

“Perlu juga diusulkan kepada pemerintah untuk dibentuk seperti lembaga solidaritas nasional terutama terkait dengan bencana alam agar pemulihan ekonomi dan kehidupan masyarakat di sekitar bencana dapat cepat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (14/8).


Kehadiran sesama bangsa diperlukan di Lombok. Apalagi, saat memberikan bantuan itu, Arif menyaksikan keadaan di Lombok, khususnya dari Senggigi ke Pemenang, Lombok Utara, telah luluh lantak oleh gempa.

Tidak ada warung atau toko makanan yang buka. Sementara hotel hanya sedikit yang melayani tamu.

“Jika kita melihat posko-posko gempa di Lombok Utara kita semua harus tergerak untuk mempercepat penanganan bangunan tempat tinggal baik yang sementara ataupun permanen. Di perempatan Jalan Malaka, Pemenang, kita bisa melihat dahsyatnya gempa yang  mengangkat dan menghancurkan pondasi rumah �"rumah beton. Ini merupakan keprihatinan kita bersama,” ujar Kapolda Nusa Tenggara Barat periode 2009 hingga 2012 iyu.

Di kecamatan Pemenang, rombongan IKAL PPSA XXI sempat meninjau dapur umum dan mencicipi air yang disaring dengan mobile water treatment dari Brimob. Sebelum menuju ke daerah lokasi, rombongan juga diterima oleh Wakapolda NTB, Brigjen Tajuddin dan jajaran di Markas Polda NTB, Mataram.

Arif Wachjunadi didampingi Lilin Pintauli, Lina SE, AM Putut Prabantoro, dan Tuan Guru Udin saat memberikan bantuan sebesar Rp 151 juta ke lima kecamatan di Lombok Utara. Kelima kecamatan itu adalah Kecamatan Pemenang, Kecamatan Bayan, Kecamatan Tanjung, Kecamatan Gangga, dan Kecamatan Kayangan. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya