Berita

Tim NU Peduli/Net

Nusantara

GEMPA LOMBOK

PBNU Ajak Semua Pihak Bersatu Bantu Korban

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 | 06:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penanganan bencana gempa di Lombok perlu dipercepat lagi mengingat tingkat kerusakan yang semakin parah dialami warga.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirodj meminta agar semua pihak bahu-membahu menyisir kebutuhan darurat masyarakat terdampak bencana.

"Ketersediaan air bersih, lampu penerang, tenaga medis, dan tenda layak huni masih jauh dari mencukupi karena bencana ini begitu besar," kata Said dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/8).


Data dari Tim NU Peduli, sambungnya, menunjukkan dalam dua hari terakhir penanganan korban masih sangat minim. Bantuan kemanusiaan yang tersiar melimpah dalam realitasnya belum mampu menyelesaikan kesulitan korban gempa.

"Bidang medis misalnya, dalam dua hari terakhir Tim Peduli NU hanya mampu menangani 150 pasien yang mulai terkena penyakit seperti ISPA, diare, nyeri bahkan ada pasien yang patah tulang belum tertangani, masih tinggal di tenda," kata Said.

NU, lanjutnya, masih terus merespons penanganan bencana di Lombok hingga tanggal 25 Agustus. Selanjutnya, Tim NU Peduli akan melakukan evaluasi.

"Sejak awal bencana NU telah hadir di tengah korban dan progressnya hingga kini belum menggembirakan. Santri dipulangkan karena asrama pesantren hancur. Siswa-siswa diliburkan sampai waktu yang tidak ditentukan," kata Said.

Berdasarkan dapat laporan dari Tim NU Peduli, Said memastikan tanggap darurat di Lombok harus diperpanjang hingga enam bulan bulan ke depan, bukan hanya sampai 25 Agustus. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya