Berita

Foto/Net

Nusantara

Detail Tata Ruang Bisa Genjot Pemerataan Ekonomi

SENIN, 13 AGUSTUS 2018 | 22:24 WIB | LAPORAN:

Rencana detail tata ruang (RDTR) yang baik diyakini bakal menggenjot pemerataan ekonomi di berbagai daerah. Sayangnya, dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, tidak sampai 10 persen atau hanya sekitar 40 kabupaten/kota yang punya RDTR.

Kemudian baru hanya tujuh kabupaten/kota yang sudah memiliki peta digital yang dapat diakses investor, sebagai patokan untuk proyek besar dan investasi yang membutuhkan izin lokasi.

Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Bernardus Djonoputro mengatakan, sudah seharusnya pemerintah daerah memiliki RDTR agar pembangunan daerah bisa lebih efektif.


"Agar banyak kabupaten/kota membuat RDTR, harus ada percepatan proses RDTR di kabupaten dan kota. Program percepatan 200 daerah memiliki RDTR bisa menjadi solusi," katanya kepada wartawna di Jakarta, Senin (13/8).

Lanjut Bernardus, pemerintah harus segera mengeluarkan peraturan presiden atau peraturan menteri yang khusus untuk melakukan percepatan. Sebab, akan sangat lama mengurus RDTR dengan menyisakan waktu lima bulan saja. Pembuatan RDTR juga harus melalui beberapa proses dan yang paling utama adalah lamannya proses di DPRD.

Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan peta dan data yang sama persis dengan kondisi di lapangan. Saat ini, peta yang ada masih one map policy yakni 1:50.000, padahal RDTR harus berada di angka 1:5000.

Tambah Bernardus, pemerintah bisa melibatkan pihaknya dalam merekomendasikan tenaga ahli perencana yang memiliki kompetensi dalam penyusunan RDTR, kebijakan satu peta dan pelaksanaan KLHS.

"Dengan adanya kesepakatan kualifikasi yang dibutuhkan maka sinkroninasi pelaksanaan percepatan penyelesaian RDTR dapat dilakukan dengan baik. IAP juga bisa terlibat dalam proses validasi dan penjaminan mutu hasil pekerjaan penyelesaian percepatan RDTR, kebijakan satu peta dan pelaksanaan KLHS," paparnya. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya