Berita

Foto/Net

Nusantara

Program Ok Otrip & Ok Oce Dibatalin Aja

Hasilnya Kurang Maksimal
SENIN, 13 AGUSTUS 2018 | 08:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dua program OK, yakni Ok Otrip dan Ok Oce dinilai hasilnya belum maksimal. Sejumlah pihak minta, program ini dibatalkan saja.

 
Dalam 10 bulan ini, program Ok Otrip cuma diminati 123 dari target 2.000 angkutan umum. Begitu juga program Ok Oce da­lam penerapannya hanya sebatas kegiatan seminar.

Peneliti senior Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, dua pro­gram bertajuk OK yang digagas Sandiaga Uno memang tidak ada manfaatnya. Program ini sangat bagus dipresentasikan, tapi jelek dalam penerapannya.

"Ini karena program OK banyak bohongnya. Ok Oce dijanjikan modal, tapi ternyata bunganya tinggi. OK Otrip kesannya keren. Padahal, lebih bagus saat Ahok mau menginte­grasikan operasionalisasi angku­tan umum di bawah PT TransJa­karta. Jadi semua tarifnya rata Rp 3.500," jelasnya.


Karyono menyarankan agar Anies menyetop semua program bertajuk OK itu. Kemudian melanjutkan program dari pe­merintah sebelumnya.

"Untuk membina UMKM se­baiknya diterapkan sistem bagi hasil. Kemudian, penghasilan dari program itu dijadikan dana bergulir," tegasnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong War­sono juga berpendapat sama. Gubernur Anies sebaiknya menghentikan saja program bertajuk OK itu. Program itu tidak aplikatif. Hanya canggih di teori, tapi miskin ide dalam penerapannya.

Gembong mencontohkan, Ok Otrip atau program integrasi angkutan umum ternyata ga­gal. Sampai sekarang baru 123 angkutan umum bergabung dari target 2.000. Program itu dini­lai tidak menguntungkan bagi pemilik angkutan umum.

Begitu juga, lanjutnya, pro­gram Ok Oce. Saat kampanye Pilgub lalu, warga dijanjikan mendapatkan modal. Namun, dalam kenyataannya warga jus­tru diarahkan untuk melakukan pinjaman ke perbankan dengan suku bunga tinggi.

Diungkapkan Gembong, reka­nnya di DPRD bahkan menyebut program OK Oce ini cuma pro­gram cuap-cuap. Karena isinya cuma pelatihan secara lisan tanpa praktik.

"Program OK itu melekat dengan Sandi, bukan Anies. Jadi, sebaiknya Anies fokus dengan program yang digagasnya dalam kampanye. Seperti rumah den­gan uang muka alias DP (down payment) 0 Rupiah," tegasnya.

Ketua Fraksi Nasdem Bestari Barus mengatakan, program Ok Oce menjadi menarik karena awalnya warga sebagai pemilih dijanjikan modal untuk menjadi enterpreneur. Kenyataannya, saat Anies-Sandi menjabat pro­gram ini hanya pelatihan kepada warga dan tidak memberikan bantuan modal.

"Orang dididik untuk jadi enterpreneurship. Tapi kalau akses modalnya tidak diberikan, ini akan sulit," ujarnya.

Sebelumnya Sandiaga Uno mengatakan, program Ok Otrip terkendala kesepakatan rupiah per kilometer. Pihak operator dan Pemprov DKI Jakarta belum menemui kesepakatan terkait tarif rupiah per kilometer.

Terkait program Ok Oce, lan­jut Sandiaga, dari awal tidak di­gunakan untuk memberi modal bagi warga. Pemodalan bagi peserta Ok Oce akan dikerjasa­makan dengan lembaga keuan­gan terkait.

"Ok Oce adalah gerakan berbaur program policy mix yang diluncurkan oleh kemi­traan pemerintah dan elemen masyarakat. Kita dari awal sekali menyatakan bahwa Pem­prov tidak akan memberikan pemodalan," katanya.  ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya