Berita

Foto/Ist

Nusantara

Kemenhub Berikan Pelatihan Kerja Untuk 1000 Warga Semarang

MINGGU, 12 AGUSTUS 2018 | 20:17 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Giat Menteri Perhubungan di Semarang, Jawa Tengah ditutup dengan pelepasan lulusan Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Pemberdayaan Masyarakat dan pembukaan Diklat Perwira Kapal Negara Bea Cukai, Bon Voyage Perwira Pelayaran Niaga PIP dan membuka kirab Akademi Maritim 2018.

Didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menhub Budi Karya Sumadi yang menjadi inspektur upacara mendapat pemaparan dari Kepala BPSDM Umiyatun Hayati Triastuti sebagai Penanggungjawab acara.

Ada 4 kegiatan yang dilakukan pertama adalah Diklat Pelaut ANT/ATT-1 angkatan 9 dan ANT-3 angakatan 31.


"Ada 77 orang yang akan dilepas oleh Pak Menhub, yang kemudian akan mendapatkan certificate of competency atau sertifikat keahlian pelaut," kata Umiyatun, Minggu (12/8).

Kedua, Diklat Perwira Kapal Negara (DPKN) tingkat 3 dari Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan. Total peserta kata Umiyatun 44 orang. Ketiga Diklat Pemberdayaan Masyarakat berjumlah 1050 orang dari program 100.000 pemberdayaan masyarakat oleh Kemenhub.

"Terkahir adalah Kirab Akademi Maritim yang diikuti oleh 1630 Taruna dan Taruni akademi maritim dan polteknik se-Jawa Tengah," ucapnya.

Menjawab paparan Umiyatun, Menhub mengatakan kegiatan ini sangat bagus. Dengan kehadiran Menlu, Budi Karya berharap lulusan taruna dari akademi maritim bisa berkesempatan bekerja di luar negeri.

"Kami sedang merintis kerjasama di luar negeri, ini kesempatannya banyak sekali," kata Menhub.

Menhub juga mengatakan program pemberdayaan masyarakat 100.000 orang adalah bukti pemerintah hadir untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia, agar bisa bekerja secara mandiri setelah mendapat pelatihan yang diberikan.

"Di sini kita menyekolahkan dan memberi kursus lebih dari 1.000 orang. Saya berharap mereka bisa mendapatkan kesempatan kerja setelah mendapat pelatihan ini," ujarnya. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya