Berita

Sutopo/Net

Nusantara

Jangan Sembarangan Kirim Bantuan Susu Formula Ke Lombok

MINGGU, 12 AGUSTUS 2018 | 03:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jumlah balita yang turut mengusung akibat rentetan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak sedikit.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memang belum memiliki data resmi jumlah balita yang mengungsi. Data BNPB hanya mencatat jumlah pengungsi ada sebanyak 387.067 jiwa.

Namun demikian, Kepala pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa ada sebanyak 1.991 balita yang tercatat ikut mengungsi di Kabupaten Lombok Utara.


“Di Kabupaten Lombok Utara terdapat 1.991 jiwa balita berusia nol sampai lima tahun dan 2.641 jiwa anak-anak berusia enam sampai sebelas tahun,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (11/8).

Kepada pemberi bantuan, Sutopo mengingatkan agar bantuan berupa makanan untuk bayi dan balita tidak dilakukan sembarangan di pengungsian. Khususnya, pemberian bantuan susu formula.

Sutopo meminta kepada para ibu untuk terus menyusui bayinya. Sebab air susu ibu merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi.

“Menyusui dalam kondisi darurat harus terus dilakukan oleh ibu kepada balitanya. Tidak bisa digantikan dengan susu formula,” jelasnya.

Apalagi, sarana untuk penyiapan susu formula, seperti air bersih, alat memasak, botol steril dan lainnya sangat terbatas di pengungsian masih terbatas.

“Bahkan pemberian susu formula akan meningkatkan risiko terjadinya diare, kekurangan gizi, dan kematian bayi,” sambung Sutopo.

Sutopo menurturkan bahwa dalam beberapa pengalaman saat terjadi bencana, apalagi skala bencananya besar yang menyebabkan banyak pengungsi pada saat tanggap darurat bencana, susu formula dan susu bubuk adalah bantuan umum diberikan dalam keadaan darurat.

“Sayangnya, produk-produk tersebut seringkali dibagikan tanpa kontrol yang baik dan dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak yang seharusnya masih harus disusui. Akibatnya, kasus-kasus penyakit diare di kalangan bayi usia di bawah enam bulan yang menerima bantuan susu formula dua kali lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak menerima bantuan itu,” tukasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya