Berita

Foto/Net

Politik

Andi Arief: Mental Prabowo Jatuh Ditubruk Uang Sandi Uno

RABU, 08 AGUSTUS 2018 | 22:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Masalah "logistik" diduga kuat jadi penyebab kegagalan rencana koalisi Partai Demokrat dengan Partai Gerindra.

Kemarahan diluapkan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief, kepada Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Lewat twitter pribadinya, beberapa saat lalu Andi menyebut Prabowo "jenderal kardus”. Ternyata penyebabnya adalah soal uang Pilpres 2019.


"Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk mengentertain PAN dan PKS,” lanjut mantan Staf Khusus Presiden era SBY ini. Sandi Uno yang dimaksud tentu Sandiaga Uno, petinggi Gerindra yang masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Menurut dia, Demokrat tidak cocok dengan Prabowo. Dia mengungkap, Prabowo menentukan cawapres dengan menunjuk orang yang bisa membayar PKS dan PAN.

“Ini bukan DNA kami,” tegasnya.

Sebelumnya Andi menjelaskan bahwa malam ini pihak Demokrat menolak kehadiran Prabowo ke kediaman Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tidak perlu lagi,” jelas Andi.

Menurut Andi, Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. [ald]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya