Berita

Mahyudin/Humas MPR

Mahyudin: Buku Yang Bagus Akan Membentuk Generasi Cerdas

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 | 16:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR Mahyudin memberi pengantar acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat yang digelar di Perpustakaan MPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/8).

"Kita membutuhkan buku yang bagus agar mampu menggugah kesadaran dan motivasi untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan visioner," ujar Mahyudi.

Pada hari itu ada dua buku yang dibedah, Become a Great Awareness Person karya Ade E Sumengkar dan Love and Fear karya Wisnu Prayudha. Mahyudin menyebut buku karya Sumengkar sebagai cerita yang intinya mengajak masyarakat membangun sebuah tatanan kehidupan generasi sekarang agar siap menghadapi tantangan masa depan.


"Di dalamnya penuh dengan pengalaman dan kesimpulan yang bermanfaat bagi pendidikan," ujarnya.

Sedang buku karya Wisnu dikatakan sebagai kupasan, ulasan, dan ungkapan sebuah fenomena kesadaran tertinggi yang bersumber dari pengalaman pribadi serta referensi perjalanan hidup penulis.

Terlepas dari semua isi buku yang ada, Mahyudin mengatakan semua sepakat budaya literasi atau kegiatan membaca dan menulis adalah proses terpenting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang apapun, membutuhkan kemampuan cara pandang atau wawasan yang dimulai dari literasi.

"Literatur yang bagus akan menghasilkan wawasan yang luas dan cerdas. Bahkan literatur yang baik akan membentuk preferensi watak yang baik pula," tambahnya.

Untuk itu pria asal Kalimantan Timur itu menegaskan kita membutuhkan buku yang bagus.

Ini ditekankan sebab bangsa Indonesia akan masuk dalam era yang disebut bonus demografi. Dalam era ini, jumlah penduduk usia produktif secara kuantitatif jumlahnya dua kali lebih besar dibanding dengan usia non produktif. Saat Indonesia berusia 100 tahun, diproyeksikan setiap tiga orang penduduk usia produktif akan menanggung beban satu orang penduduk usia non produktif.

Dari bonus demografi, Mahyudin mengutip kata ahli kependudukan dan ekonomi bahwa bonus ini akan membuat Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

"Bersama China, Amerika Serikat, India, dan Jepang, Indonesia menjadi lima besar kekuatan ekonomi global," paparnya.

Meski demikian, Mahyudin mengingatkan bonus demografi harus dibarengi dengan syarat-syarat kualitatif. Disebut, Korea Selatan dan Jepang, dua negara yang sukses melewati bonus demografi. "Mereka berhasil meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujarnya.

Sumber daya manusia, menurut mantan Bupati Kutai Timur itu, harus harus dibarengi dengan kreativitas, inovasi, serta karakter yang mendukung. Dari sinilah maka peran Sosialisasi Empat Pilar MPR sangat penting.

"Pendidikan harus menanamkan sikap dasar bangsa Indonesia seperti yang tertera dalam sila-sila Pancasila," tuturnya.

Diakui bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya dengan sumber daya alam namun hal demikian disebut bukan menjadi jaminan akan membuat kemakmuran.

"Banyak negara yang sumber daya alamnya melimpah namun hancur akibat perpecahan dan perang," ungkapnya.

Sebaliknya, ada negara yang sumber daya alamnya sedikit bahkan tak punya namun mereka bisa makmur. Hal demikian bisa terjadi, menurut Mahyudin seperti dipaparkan di atas, mereka memiliki sumber daya manusia yang bisa dihandalkan.

Dalam kesempatan tersebut Mahyudin merasa senang masyarakat banyak yang hobby membaca. Di era teknologi informasi yangh semakin maju, dirinya mengharap agar para penulis tidak hanya memproduksi buku secara manual namun juga perlu dibuat dalam bentuk e-book. Dengan cara seperti ini akan memudahkan orang membaca.

Format e-book menurutnya tak perlu dikhawatirkan terkait adanya anggapan model seperti itu membuat minat baca masyarakat menjadi menurun. Dirinya menyebut perpustkaaan di negara-negara maju sudah menuju format e-book.

"Perpustakaan di sini juga harus seperti itu. Jadi tak hanya buku manual saja," demikian Mahyudin.

Kepala Biro Humas Setjen MPR Siti Fauziah menyebut Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat merupakan salah satu acara rutin Perpustakaan.

"Dalam acara ini kita selalu membahas buku yang bermanfaat yang kelak akan membawa kita ke masa yang lebih baik," ujarnya sambil menambahkan dua buku yang dibedah itu mengembangkan motivasi dan pencerahan. [rus]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Obituari Dudi Sudibyo

Senin, 16 Maret 2026 | 21:36

Sekda Jateng Diperiksa Kejati

Senin, 16 Maret 2026 | 21:12

Mendes Optimistis Ekonomi Desa Bergerak Bersama Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 21:06

Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Lebih dari 32 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis Presisi 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Kunjungi Kantor Agrinas, Menkop Godok Operasional Kopdes

Senin, 16 Maret 2026 | 20:49

Media Berperan Penting sebagai Pilar Demokrasi

Senin, 16 Maret 2026 | 19:48

PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di Empat Kota

Senin, 16 Maret 2026 | 19:28

Survei Konsumen: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Pilihan AMDK

Senin, 16 Maret 2026 | 19:14

Untung dari Perang

Senin, 16 Maret 2026 | 19:05

Selengkapnya