Berita

Foto.Net

Jaya Suprana

Perang Laos Merubah Wajah CIA

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 | 07:31 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA suka berkunjung ke Laos, terutama ke mantan ibukotanya yaitu Luang Prabang di lembah pegunungan kawasan utara Laos yang telah ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan kebudayaan dunia.

Meski saya Nasrani, namun saya mempelajari agama mayoritas warga Laos yaitu Buddha yang ternyata mirip agama kerajaan Majapahit sebagai perpaduan Buddhisme dan Hinduisme.

Menulusuri sungai Mekkong juga merupakan pengalaman khas tiada duanya. Lbak Khaon yang terletak di Laos Selatan merupakan kawasan air terjun terluas bukan saja di Asia namun di planet bumi.


Bocoran Rahasia

Saya baru tersadar bahwa Laos ternyata memiliki peran tersendiri dalam percaturan geopolitik dunia berkat bocoran rahasia pemerintah Amerika Serikat yang dilakukan oleh Joshua Kurlantzick lewat buku berjudul sinis tragis "A Great Place to Have a War" dengan sub judul "America in Laos and the Birth of a Military CIA".

Di dalam buku kontroversial itu, Joshua membongkar rahasia di balik perang di Laos pada tahun 60an abad XX yang merubah CIA sebagai lembaga mata-mata menjadi pelaksana agresi militer yang bahkan memegang peran kunci dalam politik luar negeri Amerika Serikat di masa Perang Dingin.

Buku kontroversial itu membongkar rahasia bahwa pada Januari 1961 Presiden USA, Jenderal Purnawirawan Dwight Eisenhower diam-diam memerintahkan CIA untuk mengobarkan perang saudara di Laos dengan mengadu domba kaum Hmong melawan kaum komunis setempat demi menghentikan laju kekuasaan komunis di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Merubah Wajah

Perintah rahasia Eisenhower itu merupakan awal momentum operasi paramiliter terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Perang saudara yang dikobarkan oleh angkara murka CIA di Laos  berlanjut selama dua dasawarsa sampai ke masa kepresidenan Kennedy dan Nixon dengan membinasakan 10 persen warga Laos, mewariskan ribuan ranjau yang belum meledak di bumi Laos dan merubah wajah CIA menjadi lembaga terkejam dan terkeji di planet bumi ini.

Perang Laos mahakarya CIA menjadi template bagi Perang Proxy yang dicopy-paste oleh CIA  ke seluruh pelosok dunia mulai dari Asia Tenggara, Amerika Tengah, Timur Tengah sampai ke perang melawan terorisme masa kini.

Sebagai senior fellow pada Southeast Asia at the Council on Foreign Relations, Joshua Kurlantzick menulis buku "A Great Place To Have A War" berdasar wawancara ekstensiv dengan berbagai orang-dalam CIA mau pun dokumen rahasia CIA yang baru pada awal abad XXI resmi terbuka bagi masyarakat

Penulis adalah pembelajar geopolitik masa kini

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya