Berita

Foto/Net

Nusantara

Kali Item Berbuntut Panjang, Saling Menyalahkan Pun Terjadi

JUMAT, 27 JULI 2018 | 08:53 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Masalah kali item melebar ke mana-mana. Bukan hanya disorot warga Ibukota dan media internasional, tapi kini jadi arena saling menyalahkan antara ekse­kutif dan politisi Kebun Sirih.

Ini bermula dari Kali Sentiong yang berwarna hitam di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Ja­karta Pusat, ditutup pakai waring alias jaring anyaman yang dibuat dari bahan plastik. Cara itu tidak bisa menghilangkan aroma bau busuk.

Kemudian masalah ini disorot media lokal dan media inter­nasional, Channel News Asia mengulas tentang penutupan kali berwarna hitam (item) dengan waring dalam artikel berjudul 'Jakarta covers up 'stinky, toxic' river near Asian Games village'. Artikel itu membahas penutupan kali item yang berada tak jauh dari Wisma Atlet untuk Asian Games. Tujuannya menghambat bau tak sedap.


Mendapat kritikan seperti itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kali item dekat Wisma Atlet di Kemayoran sudah lama berwarna hitam. Menurutnya, itu akibat dari dulu tidak diperhatikan.

"Jangan dilupakan adalah kali itu bukan hitam sejak tiga bulan lalu. Kali itu sudah hitam sejak tahun-tahun lalu. Jika yang mengelola Jakarta dulu memerhatikan ini, kita nggak punya warisan kali item. Ini karena dulu nggak diperhati­kan, jadi kita punya warisan kali item. Sekarang diperhati­kan,"  kata Anies.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta Anies berhenti menyalahkan pemerin­tah terdahulu. Gubernur sehar­usnya fokus menggenjot kerja satuan kerja perangkat daerah untuk menyelesaikan persoalan. Termasuk melakukan pengeru­kan sungai.

"Kalau semua-semua menyalahkan pemerintah terdahulu, kapan mau benarnya. Gubernur harusnya menerima kritik dari masyarakat untuk memperbaiki kinerja. Sebagai evaluasi. Bukan ngeles terus-terusan menyalah­kan pemerintah terdahulu," kata Prasetyo di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, begitu dilantik seluruh tanggung jawab pen­gelolaan APBD serta keberlan­jutan pembangunan ada pundak gubernur. Setelah dilantik juga pekerjaan seharusnya dimulai. Sekarang Anies sudah menjabat selama 10 bulan. Sudah tidak pantas lagi menyalahkan pe­merintah terdahulu atas proyek pembangunan.

Termasuk kondisi kali item yang menjadi sorotan dunia in­ternasional. Kalau saja sejak awal Januari kali ini dikelola, tentu kondisinya bakal membaik.

"Sebetulnya kan masih ada waktu (sejak Januari), kenapa alatnya nggak diturunkan ke situ? Dulu bisa kok. Anggaran­nya ada kok, kenapa enggak?"  katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, Anies hanya bekerja reaktif tanpa perencanaan yang matang. Hal inilah yang me­nyebabkan saat persoalan mun­cul baru dilakukan tindakan. Berbeda dengan pemerintah sebelumnya yang menyiapkan pekerjaan untuk mencegah ter­jadinya berbagai persoalan.

Pengamat politik Ray Rang­kuti juga mengkritisi sikap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sadiaga Uno, yang melempar kesalahan ke pemerintahan sebelumnya begitu mendapat kritik dari masyarakat.

Ray berpendapat, apa yang di­lakukan Anies-Sandi demi men­cari keuntungan politik. Dengan terus menyalahkan Ahok, maka mendapat simpati dari pendu­kungnya yang memang dari awal tidak menyukai Ahok.

"Dengan cara begitu, menu­tup peluang pendukungnya itu untuk melakukan kritik terh­adap dia. Jadi sebetulnya itu yang sekarang dilokalisir oleh Anies. Yang mengkritik dia dianggap pendukung Ahok," tandasnya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya