Berita

Foto/Net

Nusantara

Enak Buat Tamu Negara Apes Buat Warga Ibukota

Rumput Di Trotoar Sudirman-Thamrin
KAMIS, 26 JULI 2018 | 08:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Trotoar Jalan Sudirman-Thamrin sudah enak dipandang mata. Lebar dan hijau. Tamannya apik. Memanjakan mata. Sudah pas bagi tamu negara menyambut Asian Games 2018.

 Pas bagi tamu yang hanya me­lihat trotoar dari bus dan mobil. Enak bagi tamu yang hanya jalan-jalan di trotoar. Tapi apes bagi warga Jakarta yang meng­gunakan bus untuk aktivitas sehari-harinya.

Sebab, proyek revitalisasi yang bertujuan memperindah kawasan untuk pamer kepada tamu negara lain ini justru mem­persulit warga Jakarta.


Berdasarkan penelusuran, ada sejumlah halte bus di Jalan Jenderal Sudirman terhalangi oleh jalur hijau. Halte bus tidak berbatasan langsung dengan jalan raya. Akhirnya, bus tidak dapat menepi tepat di depan halte. Warga yang hendak naik bus, harus memutar cukup jauh atau terpaksa menginjak jalur hijau rumput yang baru saja ditanam.

Halte-halte tersebut antara lain terletak di depan Gedung Graha CIMB Niaga, Senayan, halte di depan Kampus Universitas Atma Jaya, Semanggi, dan halte di depan Gedung Plaza Sentral, Karet.

Seorang penumpang Bus Metrotrans, Yudi mengeluh saat hendak turun bus di depan Plaza Central. Sebab, harus muter menuju halte.

"Ini bagaimana konsep dan desainnya. Memang indah, pas buat pamer bagi tamu saat Asian Games. Tapi malah nggak fung­sional. Menyulitkan warga. Masa turun dari bus harus muter menuju halte. Terpaksa saya injak deh rumput taman itu," ujar Yudi.

Yudi meminta Pemprov DKI membuat akses khusus dari depan halte menuju jalan raya untuk memudahkan warga naik bus.

"Bagus memang kalau ada taman. Tapi kalau begini kon­disinya, ini bagaimana. Bongkar saja deh. Dimodifikasi. Mum­pung masih ada waktu sebelum Asian Games. Masih bisa ini dibikin jalan," sarannya.

Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Su­wondo mengatakan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta sudah men­erima keluhan warga. Pihaknya tengah membangun akses penghubung halte bus dengan jalan raya. Artinya halte-halte bus yang terhalang jalur hijau tidak perlu dipindahkan.

"Rumputnya kan baru digelar (ditanam). Masih bisa dibuat akses penumpang tak terhalang oleh rumput saat turun bus ke halte. Be­gitu juga akses dari halte menuju ke tepi jalan untuk naik bus sedang disiapkan," ungkap Heru.

Lebar akses yang membelah jalur hijau ini sekitar dua me­ter. Pembangunan akses-akses tersebut targetnya kelar sebelum Asian Games 2018 dibuka 18 Agustus mendatang.

"Setiap halte yang terhalangi akan dibuat akses. Secepatnya akan diselesaikan. Sebelum Asian Games sudah fungsi," janjinya.

Memang, setelah viral dan jadi perbincangan, ada jalur hijau yang menghalangi Halte, tengah dibong­kar di daerah Gelora Bung Karno Senayan. Rumput yang sudah kadung ditanam pun dipangkas.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkap­kan, trotoar di Jalan Sudirman memang sengaja dibangun jalur hijau atau area taman. Tujuannya untuk mempercantik jalan me­nyambut Asian Games 2018.

"Itu untuk beautifikasi Asian Games. Semuanya di-cover sama rumput atau tanaman," ujar Sandi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Mengenai keluhan warga, Sandi memang telah menugas­kan membuat akses berupa jalan kecil untuk pejalan kaki.

"Untuk jalannya, apakah ramp atau konektor nanti dibangunk­an," tandas Sandi.

Di luar itu, Gubernur DKI Ja­karta Anies Baswedan berharap, media nasional tidak mem­beritakan sisi negatif dari Asian Games 2018. Supaya media luar juga tak ikut memberitakan hal yang serupa. Ini dikatakannya menanggapi media asing yang menyoroti upaya Pemprov DKI meredam bau dan menutup bu­ruknya kali item dengan waring atau jaring.

"Bila teman-teman mengam­bil sisi suram, maka itulah yang akan ikut diambil oleh media internasional juga. Bila media lokal ambil sisi cerah, itu pula yang akan diambil. Karena itu kita kerja sama-sama nih. Kita mau tunjukkan sisi mana?" ujar Anies di daerah Ragunan, Ci­landak, Jakarta Selatan.

Dia tak melarang media mem­beritakan hal yang dianggap penting bagi publik. Hanya saja, pemberitaan juga harus punya dampak moral kepada pihak lain.

Diingatkan Anies, jika media nasional fokusnya memberita­kan sisi negatif Asian Games, maka bukan Jakarta atau panita Asian Games saja yang kena getahnya. Indonesia sebagi tuan rumah akan kena dampak negat­ifnya. "Kalau saya, mari tun­jukkan Indonesia yang positif. Indonesia yang baik," tandas Anies. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya