Berita

Foto: RMOL

Nusantara

E-Money Tak Berfungsi, Penumpang KRL Kecewa Dipaksa Beli Tiket Harian

SENIN, 23 JULI 2018 | 08:28 WIB | LAPORAN:

Antrean di mesin tap masuk Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat menumpuk, Minggu malam (22/7). Petugas menginstruksikan penumpang agar membeli tiket harian.

Artinya, tiket kartu uang elektronik (e-money) dari bank atau Kartu Multi Trip (KMT) yang sebelumnya bisa digunakan, untuk sementara tidak berfungsi.

"Sedang ada pembaharuan dan pemeliharaan sistem e-Ticketing. Jadi, tidak bisa pakai e-money atau KMT. Silakan beli tiket harian," ujar salah seorang petugas.


Penumpang pun pasrah dan mengantre di mesin penjualan tiket otomatis. Kepada penumpang, petugas jaga di mesin tap menyampaikan bahwa pemeliharaan sistem e-ticketing diprediksi akan berlangsung selama dua hari ke depan.

"Kemungkinan sampai dua hari ke depan, harus pakai tiket harian dulu," ucapnya.

Salah seorang penumpang, Bimo (30) mengaku kecewa dengan pelayanan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Selain terkesan mendadak, pemeliharaan sistem e-ticketing juga memakan waktu yang tidak sebentar. Apalagi, dirinya dan penumpang lainnya dipaksa membeli antre dan tiket tiket harian.

"Ngga tahu juga, kok bisa gini. Mendadak nggak bisa pakai e-money. Terpaksa deh antre beli tiket harian. Makan waktu banget," ungkap Bimo.

Sementara itu, KCI telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pengguna KRL.

Menurut Vice President Komunikasi Perusahaan PT KCI, Eva Chairunisa, pembaharuan sistem dan pemeliharaan dilakukan sejak Sabtu (21/7).

"Permintaan maaf khususnya kami sampaikan kepada para pelanggan setia kami. Baik itu pemilik Kartu Multi Trip (KMT) maupun kartu uang elektronik dari bank. Untuk sementara, perlu melakukan transaksi tiket pada loket sebelum menggunakan jasa KRL selama masa pemeliharaan berlangsung," kata Eva kepada wartawan, Senin (23/7).

Sistem tiket elektronik KRL sendiri telah berjalan sejak Juli 2013 atau lima tahun yang lalu. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya