Berita

Foto/RMOL

Nusantara

Menlu Malaysia Dan PP Muhammadiyah Bahas Tiga Isu Penting

SABTU, 21 JULI 2018 | 19:31 WIB | LAPORAN:

Kali pertama ke Indonesia, Menteri Luar Negeri Malaysia Dato Syaifuddin Abdullah mengunjungi Pengurus Pusat Muhammadiyah.

Menteri Syaifuddin bersama 13 orang delegasi disambut hangat Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nasir.

"Kunjungan menlu Malaysia yang pertama memang menjalin kembali hubungan Indonesia, termasuk Muhammadiyah. Yang kedua, kita ingin bergerak untuk program-program progresif, di mana gerakan-gerakan Islam itu terlibat dalam keputusan-keputusan penting," papar Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Sabtu (21/7).


Keputusan dalam kerj sama antara lain upaya pemberantasan terorisme, sector central of excellent, dan bidang perekonomian.

"Kemudian kita ingin juga antara civil society di Malaysia maupun Indonesia i samping institusi ada jalinan kerj asama yang lebih progresif lagi," harap Haedar.

Menteri Syaifuddin menuturkan, kunjungannya ke Indonesia sangat bermakna dan menghasilkan hubungan bilateral.

"Tetapi hubungan bilateral ini ada banyak level, ada yang dikatakan goverment to goverment, ada yang dikatakan people to people, dan juga ada yang dipanggil hubungan yang pelbagai di mana hubungan g to g juga di compliment dengan hubungan people to people," ungkapnya.

Untuk pemerintahan, menurutnya, diperlukan pengikutsertaan masyarakat secara lebih aktif dalam berbagai diskusi.

"Hal ini kita membicarakan beberapa bidang yang mungkin boleh dilanjutkan soal pendidikan, soal perlawanan teroris kita ada kesepakatan," kata Syaifuddin. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya