Berita

Anies Baswedan/RMOL

Nusantara

Anies Tidak Toleransi Pihak-pihak Yang Berani Lanjutkan Pembangunan Pulau C

JUMAT, 20 JULI 2018 | 00:12 WIB | LAPORAN:

. Pasca penyegelan Pulau C Reklamasi Jakarta pada 7 Juni 2018 lalu, beredar kabar di pulau buatan tersebut tetap dilakukan pembangunan secara diam-diam.

Menanggapi kabar tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pemprov sudah mengirimkan tim untuk meyelidiki dugaan adanya pembangunan di kawasan Pulau C Reklamasi.

Adapun hasil tim yang diterjunkan ke lokasi, karena tersebarnya kelanjutan pembangunan di sekitar kawasan itu yakni pembangunaan jembatan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, dimana jembatan tersebut bakal menjadi akses yang menghubungkan Pulau C dengan kawasan yang di sekitarnya.


Setelah melakukan survei, tim yang dikirim pemprov menemukan adanya alat-alat berat di area Pulau C. Alat berat itu diduga digunakan untuk membangun kontruksi jembatan.

"Tim dari Pemerintah DKI sudah melakukan pemotretan hasil drone dan site visit langsung. Terlihat ada kegiatan di PIK 2 ada pembangunan jembatan. Di Pulau C ada gambar-gambar namun mereka (belum) bisa menyimpulkan sampai sekarang," kata Anies di Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Kamis (19/7).

Anies mengklaim saat ini pihaknya masih berusaha untuk mengungkap apakah alat-alat berat yang ada di lokasi Pulau C tersebut sudah ada sebelum penyegelan pada 7 Juni 2018 lalu atau sengaja dikirimkan setelah penyegelan.

"Nanti dicek lebih jauh. Memang benar ada barang-barangnya. Apakah ada di situ sejak penyegelan atau setelah 7 Juni," jelasnya.

Nantinya, bila ditemukannya alat berat tersebut didatangkan pasca penyegelan maka pemprov akan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang sengaja mendatangkan alat tersebut.

"Kami tidak akan mentolerasi dan membiarkan kalau disana ada pelanggaran. Jadi mereka sedang cek bukan soal keberadaan barang-barang, namun ini barang baru atau tidak," tutup Anies. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya