Berita

Nusantara

Anies Belum Tahu Alasan Pemerintah Pusat Ngotot Bangun Enam Ruas Tol Dalam Kota

KAMIS, 19 JULI 2018 | 19:14 WIB | LAPORAN:

Pemprov DKI Jakarta masih belum tahu apa alasan pemerintah pusat meneruskan proyek pembangunan enam tol dalam kota di DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengaku heran mengapa proyek yang ditentang pemerintahannya itu malah masuk dalam proyek strategis nasional.

Proyek tersebut diambil alih pemerintah pusat setelah ia resmi menjabat Gubernur Jakarta lewat Pilgub 2017 lalu.


"Kami akan bicara sama pemerintah pusat. Kita akan dengar, karena saya sendiri belum pernah mendengar secara langsung mengapa menjadi program strategis nasional," kata Anies kepada wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (19/7).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini masih yakin Pemprov DKI akan mendapatkan jabawaban yang tepat terkait pengalihan peroyek tersebut.

"Tentu ada penjelasannya. Nanti kami akan komunikasi lebih jauh," ujarnya.

Proyek enam ruas tol dalam kota pernah ditentang keras duet Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat masa kampanye Pilkada DKI 2017. Anies berjanji menghentikan proyek tersebut saat menjabat menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

Proyek enam ruas tol dalam kota meliputi rute Semanan-Sunter, Sunter-Pulo Gebang, Duri Pulo-Kampung Melayu, Kemayoran-Kampung Melayu, Ulujami-Tanah Abang, serta Pasar Minggu-Casablanca dengan total panjang 69,7 kilometer.

Kemarin, Anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Fahira Idris, meminta Presiden Joko Widodo berbesar hati untuk membatalkan proyek itu.

Apalagi, Jokowi pernah menyatakan penolakannya terhadap proyek itu saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Jokowi kala itu berkomitmen menekan laju kendaraan pribadi dan mengalihkan mobilitas penduduk ke transportasi publik.

"Kalau pro transportasi publik, pembangunan jalan tol ini harus dibatalkan, bukan malah masuk dalam program strategis nasional. Saya harap Pak Jokowi berbesar hati membatalkan. Gubernur sekarang juga sudah tegas menolak. Jangan padamkan semangat Pemprov DKI yang begitu antusias menarik hati warganya menggunakan transportasi publik,” ujar Fahira. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya