Tak mudah menghentikan proyek reklamasi yang digarap para "naga". Nyatanya, meski sudah disegel Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, diam-diam pembangunan di pulau reklamasi terus berjalan. Naga cuekin Anies nih...
Awal Juni lalu, Anies memimpin langsung proses penyegelan pulau reklamasi. Ada dua pulau yang disegel. Pulau C dan D. Saat itu, Anies meminta pengembang menghentikan kegiatan pembangunan di pulau reklamasi sampai ada keputusan selanjutnya. Namun, belum genap dua bulan, pembangunan di pulau reklamasi kembali berjalan. Pengembang sepertinya tak mau buang-buang waktu menunggu keputusan nasib reklamasi.
Salah satu yang dikerjakan adalah pembangunan jembatan kawasan Pantai Indah Kapuk 2 dan Pulau C yang terletak tak jauh dari kawasan Kampung Dadap, Kosambi, Tangerang.
Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap, Waisul Kurnia mengatakan, pengerjaan sudah dimulai lama. Tak lama setelah penyegelan dilakukan Anies. Bahkan pengerjaan dilakukan siang malam tanpa jeda. Waisul sudah melakukan protes atas pembangunan jembatan tersebut. Tapi tak kunjung ada hasil. Pembangunan jembatan tersebut menghalangi akses nelayan Kampung Dadap untuk melaut.
Jika diamati, pembangunan jembatan ini hampir kelar. Dari sisi daratan bagian PIK 2 sudah tertancap puluhan tiang-tiang pancang. Juga sudah ditutupi beton yang akan berfungsi sebagai jalan. Sementara, pembangunan di sisi Pulau C baru mencapai pemasangan tiang-tiang pancang. Sejumlah alat berat berjenis ekskavator tampak beroperasi mengangkut gundukan tanah. Di kedua sisi, terlihat beberapa crane dan mesin tiang pemancang yang terparkir di sejumlah titik. Pekerja proyek juga hilir mudik di lokasi.
Bagaimana tanggapan Anies? Anies mengklaim akan segera menghentikan proyek pembangunan di pulau reklamasi yang saat ini diketahui masih terus berlanjut. "Nanti saya periksa dan akan kita hentikan, jangan pernah ragu dalam menghentikan," katanya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.
Saat melakukan penyegelan beberapa waktu lalu, Anies menyebut telah memerintahkan sejumlah personel Satpol PP melakukan penjagaan dan pengawasan guna memastikan tidak ada lagi pembangunan. "Ada petugas kita yang jaga di sana kalau ada petugas yg lalai akan kita copot langsung, makasih udah dilaporkan," tuturnya.
Di sisi lain, Kepala Satpol PP Yani Wahyu mengklaim tak ada pembangunan jembatan penghubung pulau C dengan PIK 2. "Nggak ada," kata Yani di Balaikota Jakarta, kemarin. Dia mengklaim setiap harinya ada satu regu personel Satpol PP yang berjumlah 12 orang melakukan patroli dan pengawasan.
Patroli tersebut rutin dilakukan mulai pagi hingga malam hari. Selama patroli dilakukan belum ada informasi soal berlanjutnya pembangunan.
Yani menyebut kegiatan yang boleh dilakukan di pulau reklamasi adalah kegiatan penanaman rumput dan pohon semata. Selain itu, juga ada kegiatan penyiraman yang dilakukan oleh mobil tangki air.
Menurut dia, jika memang ada temuan soal keberlanjutan pembangunan di pulau reklamasi, dia akan segera melaporkan ke Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI selaku pihak yang berwenang mengurus pembangunan. ***