Berita

Agus Hermanto/RMOL

Politik

Wanbin Demokrat: Pak Syarif dan Pak Prabowo Yang Pantas Beri Klarifikasi

JUMAT, 06 JULI 2018 | 12:47 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Penjelasan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief tentang isi pertemuan Waketum Partai Demokrat, Syarief Hasan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mendapat sorotan internal partainya.

Dalam akun twitternya @Andi Arief, mantan staf khusus presiden era pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono itu menyebut pertemuan Syarief dan Prabowo sebagai tindak lanjut kunjungan sebelumnya yakni dalam rangka membahas Pilpres 2019. Termasuk membahas wacana duet mantan Danjen Kopassus itu dengan Agus Harimurti Yudhoyono.

Wakil Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto memandang, klarifikasi hanya pantas disampaikan oleh pihak yang terlibat langsung dalam pertemuan tersebut.


"Semua pembicaraan harusnya diklarifikasi langsung dengan Pak Syarif Hasan dan dengan Pak Prabowo Subianto," ujar Agus Hermanto kepada wartawan di gedung Nusantara II Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (6/7).

Terlebih, kata Agus, pertemuan kemarin itu berlangsung tertutup.

"Tentunya lebih tepat menuju ke sana (menanyakan ke Syarif Hasan-Prabowo Subianto) supaya maksud pertemuan keduanya dapat ditangkap dengan yang sebenarnya," terangnya. [wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya