Berita

Nusantara

Nama Via Vallen Dan Ustad Solmed Terseret Demo Arinal-Nunik

SENIN, 02 JULI 2018 | 17:12 WIB | LAPORAN:

Nama pendangdut yang sedang naik daun, Via Vallen, ikut diseret Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) saat berdemonstrasi di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.

Isu yang dibawa KRLUPB adalah mendesak KPK mengusut dana kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi-Chusnunia atau pasangan Arinal-Nunik.

Nama Via Vallen dibawa-bawa demonstran karena pernah menerima pekerjaan dari Arinal-Nunik di masa kampanye Pilgub.   


Koordinator Aksi, Rakhmat Husein, menegaskan bahwa pihaknya tidak percaya pengakuan Arinal-Nunik soal dana kampanye yang berjumlah Rp 9 miliar. Ia menduga dana kampanye Arinal-Nunik berasal dari sumbangan PT Sugar Group Company.

"Sudah dikatakan bahwa Arinal dan Nunik ini satu-satunya paslonkada yang mengikuti pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Provinsi Lampung pada Pemilukada Serentak 2018 yang mempunyai kemampuan untuk mendatangkan artis-artis nasional, seperti artis youtube Via Vallen, kata Rakhmat di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/7).

Diduga, dana kampanye yang dilaporkan pasangan Arinal-Nunik ke KPU itu tidak sesuai fakta karena biaya untuk membayar artis seperti Via Vallen saja sudah sangat besar.

"Artis itu dibayarnya satu titik kurang lebihnya Rp 150 juta dalam kontrak. Tadi dikatakan dia pentas di 20 titik, artinya itu saja sudah Rp 3 miliar," tambahnya.

Dari surat izin yang diterbitkan Polda Lampung, paslon nomor tiga itu melakukan kampanye di semua desa se-Provinsi Lampung, atau sejumlah 2543 desa.

Selain Via Vallen, nama penceramah agama yang cukup kondang, Sholeh Mahmoed Nasution alias Ustad Solmed, juga disebut-sebut. Jumlah dana kampanye Arinal-Nunik semakin dipertanyakan karena biaya untuk menghadirkan Ustad Solmed saja sudah sangat besar.

“Nah belum lagi Ustad Solmed yang sudah ngartis juga terlanjur kondang. Artinya, beliau mendapatkan pembayaran dari kontrak ekslusifnya untuk melakukan kampanye di 400 titik kampanye. Tentunya lebih mahal dari Via Vallen," jelasnya.

"Kalau Via Vallen saja dibayar Rp 3 miliar dengan 20 titik, maka tidak disangsikan lagi kalau kita hitung bodoh-bodohan saja satu titiknya Rp 100 juta maka Rp 40 miliar yang harus dikeluarkan Arinal-Nunik yang didukung korporasi PT Sugar Grup Company," ujarnya. [ald]

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Reagen dan Uswanas Bakal Bertarung di Musdalub HIPMI Malut

Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:18

Danantara dan Bank Himbara Diminta Bantu Pendanaan Proyek Sekolah Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:15

Kejagung Bakal Umumkan Perusahaan Diduga Terlibat Under Invoicing CPO

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:52

Thailand Memimpin, Vietnam Melesat, Indonesia Masih Bicara Potensi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:31

Wali Kota Agustina Hadirkan Semangat untuk Meraih Mimpi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:13

India Kurangi Pembelian, Harga CPO Juni 2026 Langsung Anjlok

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:53

Ketika Dua Unsur Semesta Bersatu Menuju Candi Borobudur

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:48

Gubernur Khofifah Dapati Minyakita Dijual Lampaui HET

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:47

Menteri PU Sidak Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara, Progres Konstruksi 45 Persen

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:13

PDIP: Perlu Kajian Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:52

Selengkapnya