Berita

Foto/Net

Dunia

Ini Cerita Di Balik Pencabutan Larangan Terbang Garuda Di Uni Eropa

JUMAT, 15 JUNI 2018 | 17:25 WIB | LAPORAN:

Ada kisah menarik di balik pencabutan larangan terbang Garuda Indonesia oleh Uni Eropa. Pencabutan itu merupakan buah manis dari proses panjang yang tidak mudah.

"Memang satu perjalanan yang tidak mudah," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Komplek Menteri Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (15/6).

Budi menjelaskan jika industri penerbangan merupakan industri yang berat karena harus mengorbankan keselamatan.

Berawal dari kesadaran tersebut, ia pun mulai bersahabat dengan maskapai-maskapai untuk menyelesaikan masalah tersebut. Persahabatan itu pun akhirnya membuahkan hasil.
Berawal dari kesadaran tersebut, ia pun mulai bersahabat dengan maskapai-maskapai untuk menyelesaikan masalah tersebut. Persahabatan itu pun akhirnya membuahkan hasil.

"Ternyata dengan persahabatan ini kami tetap bisa tegas, tapi di sisi lain suatu kualifikasi untuk suatu tuntutan FAA EU itu bisa juga dipenuhi. Jadi tergantung niatnya dan effort kita untuk melakukan itu," lanjutnya.

Dengan kabar gembira pencabutan EU flight ban ini, Budi mengaku akan menggelar konfrensi pers pada malam nanti.

Budi menambahkan, rencananya ia akan memggelar konfrensi pers bersama Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi karna menurutnya Retno sangat mendukung kegiatan ini.

Sekali lagi ia menegaskan, jika dicabutnya larangan terbang dari Uni Eropa merupakan tahap awal di mana Indonesia harus mempertahankan kualitas maskapainya untuk tahun-tahun ke depan.

"Dan ini merupakan awal, bukan akhir. Awal bagaimana Indonesia mengawal satu kualifikasi yang baik, kualifikasi ini harus dijaga jadi bukan akhir hampir finish, ini awal suatu cobaan harus kita penuhi," tukasnya. [fiq]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya